Siswa SMP Ikut Try Out Paper Test – Kendari Pos Online
Koni Sultra
Iklan DPRD
Edukasi

Siswa SMP Ikut Try Out Paper Test

Makmur

Makmur

KENDARIPOS.CO.ID,KENDARIDinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kendari, mulai menyelenggarakan try out paper test pada jenjang SMP hari ini (6/2) di Kota Kendari secara serentak. Ujian itu berlangsung sampai 8 Februari mendatang. Semua materi Ujian Nasional (UN) akan diujikan untuk mengukur sejauh mana penguasaan peserta didik terhadap materi UN.

Kepala Dikbud Kota Kendari, Makmur, M.Pd menjelaskan, selain mengukur penguasaan materi UN, try out juga bertujuan untuk menyiapkan psikologis peserta didik. Karenanya, uji coba sangat perlu dilakukan supaya siswa bisa mendapatkan nilai maksimal serta layak untuk mengikuti UN nanti.

“Insya Allah persiapan sudah mantap tinggal pelaksanaannya saja. Senin (hari ini) sudah dimulai secara serentak oleh seluruh SMP di metro ini,” ungkap Makmur.

Menurut Mantan Sekretaris Dinas Dikbud Kota Kendari, demi kelancaran uji coba paper test, pihaknya sudah membentuk panitia pelaksana. Panitia itu diluar kepanitiaan dari pada masing-masing sekolah. Dia mengimbau sekolah agar membangun kerjasama yang baik dengan melibatkan orang tua siswa. “Mudah-mudahan, pelaksanaan try out ini berjalan dengan lancar. Kami sudah melakukan sosialisasi pada siswa maupun orang tua terkait pelaksanaannya,” katanya.

Ia pun menjelaskan, try out tersebut digelar sama seperti pelaksanaan UN. Mulai dari pengawasan sampai dengan cara menjawab soal. Sekolah harus menyiapkan dengan baik. Ruangan dan bangku siswa harus ditata rapi dilengkapi dengan kartu identitas masing-masing peserta.

“Saya rasa setelah ini, penguasaan siswa betul-betul kelihatan. Maka guru-guru langsung mengambil langkah dalam pengayaan pada materi UN yang masih kurang. Secara mental juga akan-anak harus siap, jadi ketika UN tiba mereka tidak merasa takut atau gugup lagi,” terangnya.

Try out ini, tidak menargetkan kelulusan 100 persen, tetapi untuk melihat level penguasaan siswa terhadap materi UN. Misalkan kalau masih berada dibawa 50 persen, maka langsung dianalisis. Apakah guru yang kurang memberikan sentuhan pembelajaran atau siswa sendiri yang kurang menyerap materi. “Saya harapkan setelah ini, guru-guru langsung menyusun pola pengayaan pada peserta didik seperti apa nantinya,” tutup Ketua PGRI Kota Kendari . (ismi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top