Delapan Pemilik Sajam Tertangkap – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Delapan Pemilik Sajam Tertangkap

kendaripos.fajar.co.id LASUSUA- Jelang perhelatan pesta demokrasi pemilihan bupati dan wakil bupati di Kolaka Utara 15 Februari mendatang, jajaran Polres bersama Bantuan Kendali Operasi (BKO) Brimob Sultra intens melakukan patroli pada sejumlah tempat. Pada malam akhir pekan lalu, delapan warga diamankan karena kepemilikan senjata tajam jenis parang dan badik.

sajam

Di Desa Purau Kecamatan Ngapa sekitar pukul 00.00 Wita, empat orang masing-masing berinisial MR, BH, PK dan UD diamankan karena menyimpan Sajam pada bagasi mobilnya. “Empat orang sudah diamankan dan satu kendaraan disita untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” tegas Kapolsek Ngapa, Ipda Brian Wicaksono, kemarin.
Sebelumnya, pukul 22.30 Wita sendiri di Desa Rantelimbong, Kecamatan Lasusua sebuah Sajam jenis badik ditemukan di dalam tas milik Hen (18), warga Desa Kalu-Kaluku, Kecamatan Kodeoha. Ia terjaring operasi oleh personil gabungan Polres Kolut dan BKO Brimob.

Warga lainnya berinisial Kam (50), warga Desa Lanipa-nipa Kecamatan Katoi juga terjaring razia aparat pukul 20.00 Wita di Jalan By Pass Lasusua, Desa Ponggiha karena kedapatan memiliki badik yang terselip di pinggangnya. Sementara itu, Bah (16) diamankan pada pukul 22.45 Wita, Sabtu (5/2) saat sedang mendorong kendaraannya yang mogok di Kelurahan Lasusua. Aparat yang melakukan pemeriksaan mendekatinya dan menemukan badik juga terselip di pinggang.

Pelajar itu tersebut kemudian dibawa ke Polres Kolaka Utara untuk proses hukum selanjutnya.
Masih pada Sabtu malam itu tepatnya di Desa Tanggeao Kecamatan Tiwu, pada pukul 23.00 Wita, percobaan penganiayaan dan ancaman menggunakan sebilah parang dilakukan Parman kepada Astanto. Belum diketahui apa persoalan keduanya hingga Parman nekat menghunus Sajam untuk melukai lawannya saat sedang bermain kartu song bersama. Operasi gabungan antara aparat Polres dan BKO Brimob akan terus dilakukan untuk menjaga kondusifitas daerah. Sebab dalam kurun waktu belakangan ini marak beredar informasi adanya intimidasi dan aksi premanisme di kalangan masyarakat dengan menggunakan senjata api dan Sajam. Warga pun takut keluar malam. (b/rus)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top