Waspada! Sultra Dikepung Ombak Tinggi – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
Sulawesi Tenggara

Waspada! Sultra Dikepung Ombak Tinggi

kendaripos.fajar.co.id KENDARI– Cuaca ekstrim kini tengah melanda sejumlah perairan di Sultra. Di Wakatobi, ada 11 nelayan hilang setelah melaut dan belum ditemukan hingga sekarang. Di jalur fery Bajoe-Kolaka, ditutup karena tingginya gelombang. Saat ini nyaris tak ada perairan di Sultra yang betul-betul aman dari ancaman ombak, dan itu akan berlangsung hingga tiga pekan mendatang.

2 brakk

Hasil amatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca buruk di Sultra masih akan berlangusng hingga 3 pekan mendatang. Gelombang dengan tinggi 1 sampai 5 meter dengan kecepatan angin mencapai 35 knot akan terjadi. Wilayah perairan Sultra kini dikepung ombak tinggi. Nelayan dan penyedia layanan jasa transportasi laut diminta untuk waspada.

Prakirawan BMKG Kendari, Faisal Habibie mengaku pihaknya telah memberikan warning kepada seluruh stakeholder terkait cuaca ekstrim di Sultra. Ia menjelaskan bahwa penyebab hilangnya nelayan di perairan Wakatobi memang dipicu cuaca buruk di Sultra lebih berfokus perairan bagian di selatan daerah ini. Cuaca buruk yang terjadi di Sultra merupakan imbas dari cuaca buruk yang terjadi di wilayah utara Australia.

“Perairan Bau-Bau, Wakatobi, Laut Banda dan Teluk Bone itu lebih rawan. Pasalnya lokasi perairan tersebut terhitung dekat dengan wilayah utara Australia sehingga ikut berimbas,” tuturnya saat ditemui di kantornya, kemarin. Ia juga mengungkapkan gelombang yang terjadi di selatan perairan Sultra itu mencapai 1-5 meter dengan kecepatan angin mencapai 35 knot.

Rata-rata gelombang yang terjadi itu mencapai 3,5 meter dengan kecepatan angin yang tergolong berbahaya sesungguhnya bentuk pelayaran sudah sangat berbahaya untuk dilakukan. “Tinggi gelombang yang mencapai 3,5 meter pelayaran seperti kapal very sudah sangat berbahaya,” ungkapnya.

Faisal juga menyebutkan rute pelayaran yang berdampak langsung cuaca buruk itu adalah Baubau-Wanci, Baubau-Kabaena dan Baubau-Batu Atas, Buton Selatan. “Rute tersebut berada di selatan perairan Sultra sehingga berimbas langsung, sebaiknya berhati-hati bagi mereka yang hendak melintas di jalur-jalur ini,” katanya.

Sedangkan untuk penutupan pelayaran di Kolaka Faisal mengaku tidak mengetahui secara persis. Namun ia menjelaskan dampak cuaca tersebut memang sampai hingga perairan Kolaka. “Dari selatan itu ke teluk Bone, sehingga ada kemungkinan juga himbaun untuk penutupan pelayaran disana dilakukan,” katanya.

Untuk waktu-waktu gelombang tinggi dan angin kencang terjadi, Faisal mengaku cuaca buruk yang terjadi kali ini tak memiliki polo. Pasalnya untuk 3 hari kedepan intensitas gelombang tinggi dan angin kencang masih bakal terus terjadi. “Gelombang dan angin kencang itu terjadi pertiga jam. Jadi tak ada kepastian, karena hal itu terjadi secara continyu,” jelasnya.

Sementara untuk prakiraan terjadinya hujan dan badai di Sultra, kata Faisal hal itu tidak terjadi. Berdasarkan prakiraan BMKG hujan yang akan terjadi di Sultra masih tergolong normal. Hanya beberapa daerah yang bakal diguyur hujan dengan intensitas ringan. “Untuk hujan ekstrim dan badai tidak ada. Namun, untuk hujan sendiri masih akan terjadi di Baubau, Wakatobi dan Buton Utara dengan intensitas ringan,” pungkasnya.. (rus/yog)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top