OJK Dorong Perbankan Sultra Buka Digital Branch – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Koni Sultra
Ekonomi & Bisnis

OJK Dorong Perbankan Sultra Buka Digital Branch

Widodo. Foto: Febri/Kendari Pos

Widodo. Foto: Febri/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID,KENDARI-Digital Branch yang dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sarat akan nilai efisiensi bagi nasabah, rupanya belum dilirik lembaga perbankan di Bumi Anoa. Hal itu diungkapkan Kepala OJK Sultra, Widodo. Katanya, hingga detik ini belum ada satupun bank yang mengajukan permohonan pendirian Digital Branch.

Widodo mengungkapkan, berbagai faktor jadi pemicu, diantaranya adalah belum merasa perlu hingga belum tersedianya tenaga yang mumpuni. Padahal, dengan adanya pusat layanan perbankan digital, customer mendapatkan jaminan yang pasti akan transaksi e-banking yang dilakukan.

Sejumlah perusahaan perbankan telah lama menghadirkan produk pemanfaatan teknologi digital yang beragam dan mirip dengan Digital Branch. Bahkan, sejumlah bank telah menyiapkan teknologi yang lebih lanjut, seperti pendaftaran nasabah baru via ponsel cerdas. Namun, belum sepenuhnya menjamin hak nasabah ketika terjadi risiko.

“Inilah pentingnya mendirikan Digital Branch karena di dalamnya ada persyaratan dan prosedur penyelenggaraan, jenis dan penerapan manajemen risiko teknologi informasi dalam penyelenggaraan digital branch. Dengan diterbitkannya panduan, bank yang sudah memenuhi syarat bisa mengajukan permohonan membuka jaringan kantor digital ke OJK,” urainya.

Melihat pergeseran gaya hidup dan makin pesatnya kemajuan informasi dan teknologi Sultra, kata dia, ke depan Digital Branch akan jadi kebutuhan utama. Karena dengan ini, nasabah tak perlu repot mengantri lama di bank konvensional, tapi cukup ke kantor ataupun unit bank yang khusus menyediakan layanan transaksi digital banking.

Widodo mengurai, jumlah pengguna layanan e-banking meningkat sebesar 270% dari 13,6 juta (di tahun 2012) menjadi 50,4 juta nasabah pada 2016) tahun. Sedangkan frekuensi transaksi pengguna e-banking meningkat hingga 169%, dari 150,8 juta transaksi (2012) menjadi 405,4 juta transaksi (2016).”Dengan kemajuan teknologi digital, masyarakat lebih nyaman melakukan aktivitas perbankan secara mandiri dan dengan Digital Branch keamanannya semakin terjamin,” imbuhnya.

Keamanan transaksi Digital Branch sangat terjamin karena dalam pengelolaannya OJK telah berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait, antara lain Kemenkominfo, Dirjen Dukcapil Kemendagri, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Bareskrim POLRI, Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas), Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Desk Ketahanan dan Keamanan Informasi Cyber Nasional (DK2ICN) Kemenkopolhukam, perwakilan perusahaan telekomunikasi hingga pakar pengamanan informasi.

“Kesamaan Digital Branch dengan bank konvensional adalah terdiri dari Kantor Cabang Pembantu Digital, Kantor Kas Digital dan Gerai Digital. Makanya, kami mendorong perbankan Sultra untuk segera dirikan Bank Digital. Cepat atau lambat, ini akan jadi kebutuhan karena melihat tingkat kebutuhan masyarakat Sultra,” imbaunya. (feb)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top