Inspektorat Sultra dalam Kendali Gusti Pasarun dari BPKP Sulsel – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Metro Kendari

Inspektorat Sultra dalam Kendali Gusti Pasarun dari BPKP Sulsel

Gubernur Sultra, H Nur A;lam SE, saat melantik Kepala Inspenktorat Sultra, Gusti Pasarun di ruang pola kantor Gubernur Sultra, Senin (30/1).

Gubernur Sultra, H Nur A;lam SE, saat melantik Kepala Inspenktorat Sultra, Gusti Pasarun di ruang pola kantor Gubernur Sultra, Senin (30/1).

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI-Struktur jabatan eselon II lingkup Pemprov Sultra kembali bergeser. Jabatan Kepala Inspektorat Sultra yang sebelumnya diemban Raden Suryo Martono kini resmi diserahkan ke Gusti Pasarun. Pengukuhan mantan Kabid Akuntansi Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) Sulawesi Selatan itu berdasarkan hasil seleksi lelang terbuka yang dimulai sejak Desember tahun 2016 lalu. Dari hasil seleksi, pria asal Toraja itu mendapat poin tertinggi. Bukan hanya saat tes tertulis, psikotes dan manajerial, namun termasuk psikometrik yang digelar tim asesmen dari Badan Kepagawaian Nasional (BKN).

Gubernur Sultra, H. Nur Alam cukup puas. Ia mengaku telah mendapat pejabat yang memiliki kemampuan sepadan dengan sebelumnya. Makanya, mantan Ketua DPW PAN Sultra ini optimis upaya pemerintah memertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dapat terwujud.

“Kalau mau jujur, saya lebih senang pengganti Pak Suryo itu orang BPKP. Tapi kita terikat aturan, maka mekanisme perekrutannya kita serahkan ke Pansel. Namun bukan berarti saya mengecilkan calon dari lembaga lain. Berdasarkan pengalaman beberapa tahun terakhir, BPKP sangat intens melakukan pendampingan terhadap Pemprov hingga bisa meraih WTP. Padahal sebelumnya, LHP Pemprov Sultra sempat meriah predikat disclaimer. Ternyata prediksi saya benar. Dari hasil seleksi kemarin, calon dari BPKP meriah rangking pertama,” kata gubernur usai melantik pejabat baru, Senin (30/1).

Mantan Ketua KONI Sultra mengatakan cukup selektif menetapkan jabatan ini. Pasalnya, tupoksi Kepala Inspektorat sangat urgen. Bila tidak cakap, upaya pemerintah membenahi tata kelola keuangan dan aset bakal kesulitan. Bukan hanya itu, laporan pengelolaan keuangan bisa berimplikasi pada persoalan hukum. Pada pejabat baru, gubernur berpesan untuk segera menyesuaikan diri. Koordinasi di internal Inspketorat harus dibangun. Begitupun dengan SKPD lainnya. Di sisi lain, instansi lain harus lebih proaktif bersinergi dengan inspektorat.

“Saya merasa nyaman bila disuport pejabat yang ahli dibidangnya. Apalagi jika urusannya cukup krusial dan beresiko. Dalam agamapun disebutkan hal itu. Berilah kepercayaan pada orang yang ahli dibidangnya. Bila tidak, kelak akan ada bencana. Dengan adanya seleksi lelang berbuka, saya cukup percaya diri. Selain itu, saya juga menepis adanya tudingan penempatan jabatan sarat nepotisme. Kalau begini kan, semuanya lebih transparan,” katanya.

Pada pejabat lama, pasangan HM Saleh Lasata mengucapkan terima kasihnya. Meski telah memasuki usai pensiun, ia berharap tetap terus memberi sumbangsih tenaga dan pikiran. Untuk itulah, gubernur telah menawarkan jabatan sebagai Komisaris dan Dewan Pengawas Bank Sultra Raden Suryo Martono.

“Pak Surya tetap di sini. Tenaga dan pikirannya, masih sangat diperlukan. Apalagi kita masih sangat kekurangan tenaga akuntasi. Dari lebih dari 100 bendahara, hanya 10 persen yang basicnya ekonomi. Itupun belum memiliki kemampuan lebih. Dengan adanya pelatihan, kekurangan ini bisa terus dikurangi. Saya berharap, Pak Gusti bisa melakukan pendampingan sehingga temuan-temuan bisa diminimalisir bahkan ditiadakan,” pungkasnya. (mal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top