Guru SMP Ditemukan Tak Bernyawa – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Guru SMP Ditemukan Tak Bernyawa

Proses evakuasi jenazah di tempat kejadian perkara untuk menjalani visum.

Proses evakuasi jenazah di tempat kejadian perkara untuk menjalani visum.

kendaripos.fajar.co.id, KENDARI– Daeng Densilasi ditemukan tak bernyawa lagi pada sebuah rumah pemilik pencucian kendaraan dan rumah makan di jalan Brigjen Muh. Joenoes, Wuawua, Kendari, Selasa (31/1) pagi. Pria berusia 50 tahun tersebut diketahui berprofesi sebagai seorang guru di SMPN 2 Kendari. Saat ditemukan, posisi Densilasi dalam keadaan terlentang dengan mengenakan pakaian dalam dan sarung. Anak pemilik rumah bernama Syawal yang pertama kali melihat korban pada pukul 07.45 Wita langsung memberitahukan orang tuanya dan melapor ke kepolisian.
Sebelumnya, pagi itu Syawal hendak menengok ke belakang rumah. Pemuda itu kaget dengan kondisi pondok yang ditempati Densilasi karena kondisinya sudah tak beraturan. Polisi yang tiba di lokasi kejadian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Ditemukan golok dan bercak darah di sekitar tempat itu.

Kapolsek Baruga, AKP Tiswan belum dapat memastikan penyebab kematian korban. Namun ia membenarkan bila ditemukan adanya benda tajam dan beberapa pakaian milik korban. Barang-barang tersebut akan dibawa untuk kepentingan penyelidikan. “Dari informasi yang kami peroleh, pria ini adalah seorang guru aktif di SMPN 2 Kendari. Untuk proses selanjutnya, kami masih akan melakukan penyelidikan,” ulang mantan Kasatlantas Polres Kendari ini, kemarin di lokasi kejadian. Tiswan belum mau berbicara soal adanya dugaan tindakan kekerasan yang dialami korban.

Sementara itu pemilik rumah, Nurhayati mengaku tak tahu pasti apa yang dilakukan korban sebelum meninggal. Ia tahu, korban adalah seorang guru yang telah lama tinggal di rumahnya karena berteman dengan suaminya bernama Amir Hamsah. Keseharian pria tersebut hanya nongkrong di rumahnya. “Terakhir kali siang kemarin dia asyik nonton permainan karambol di rumah. Korban memiliki sedikit gangguan kejiwaan. Kadang saat berkomunikasi, percakapan selalu tidak terarah. Daeng itu tinggal di rumahku sudah cukup lama setelah cerai dengan istrinya bernama Aminah,” cerita Amir.

Pihak keluarga sendiri mengaku belum mau mengambil langkah untuk upaya otopsi jenasah. Syamsi, kakak korban mengatakan, masih akan berunding dengan kerabat lainnya. “Kami masih tunggu, bagaimana keputusan polisi,” katanya. Di tempat terpisah Kasubbid Dokkes Polda Sultra, Kompol Mauluddin yang melakukan visum mengaku tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Memang ditemukan sedikit luka di kepala yang diduga akibat benturan. “Tidak ditemukan kekerasan yang disebabkan benda tajam” kata perwira polisi itu. (ade)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top