PLUT Sultra Loyo, Hery Alamsyah Janji Jadikan UPTD – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Ekonomi & Bisnis

PLUT Sultra Loyo, Hery Alamsyah Janji Jadikan UPTD

Kadis Koperasi dan UMKM Sultra, Hery Alamsyah.

Kadis Koperasi dan UMKM Sultra, Hery Alamsyah.

kendaripos.fajar.co.id,KENDARIKeberadaan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) di Sulawesi Tenggara (Sultra) tak dimanfaatkan dengan baik. Kantor yang diresmikan November 2014 tersebut belum bisa mendorong berkembangnya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta koperasi. “PLUT harus segera dibenahi. Ini sudah menjadi aset daerah namun aktifitas yang menjadi tujuan utama memajukan UMKM dan koperasi tidak berjalan seperti tujuan awal didirikan,” ungkap Kepala Dinas Kepala Dinas, Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM), Hery Alamsyah, di ruang kerjanya.

Mantan Kepala Biro Ekonomi Setda Sultra ini mengaku, penyebab utama PLUT tak berfungsi baik karena struktur kepengurusan hanya memiliki SK kepala dinas. Dampaknya, dana operasional untuk biaya kebersihan, honor pengurus dan biaya lainnya tidak pernah dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Hery mengatakan sudah menyiapkan langkah untuk mengatasi hal tersebut. Ia akan menaikan status kelembagaan menjadi Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD), setingkat eselon III. Hal itu telah disampaikan langsung ke Gubernur sehingga nantinya ada biaya operasional dari APBD.

“Saya sudah menghadap pak Gubernur dan telah mendapat respon positif. Kajian akademik yang saya buat bersama teman-teman sudah hampir rampung. Kalau dinas itu membutuhkan Perda sebagai landasan hukum, nah UPTD perlu peraturan gubernur, sehingga tidak membutuhkan waktu lama,” terangnya.

PLUT sendiri memiliki tujuh konsultan. Mereka bertugas memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku UMKM. Bangunan dua lantai yang dibangun 2013 menghabiskan anggaran mencapai Rp 4 miliar memiliki bidang diantaranya akuntansi, pemasaran dan manajemen. Kata Hery, untuk honor konsultan menggunakan dana dekonsentrasi. Sedangkan pengurus PLUT yang kurang dari 10 orang hanya mengabdi tanpa gaji.

“Saya ingin PLUT bisa menjadi ikon daerah. Artinya, seluruh masalah yang ada segera teratasi. Banyak hasil-hasil daerah unggulan seperti tenunan, makanan, kerajinan yang bisa diandalkan untuk menarik minat pengunjung datang,” tutup mantan Kepala Bappeda Koltim tersebut. (imn)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top