Awasi TKA dan Berantas Pungli ! – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Metro Kendari

Awasi TKA dan Berantas Pungli !

Sejumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) saat menjalani jam istirahat di Desa Morosi, Kab. Konawe, Sulawesi Tenggara, Jumat (30/11/2016).--Foto: Imam Husein/Jawa Pos

Sejumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) saat menjalani jam istirahat di Desa Morosi, Kab. Konawe, Sulawesi Tenggara, Jumat (30/11/2016).–Foto: Imam Husein/Jawa Pos

kendaripos.fajar.co.id,KENDARISeremoni peringatan Hari Bhakti ke-67 Imigrasi digelar dalam sebuah upacara, Kamis (26/1). Para pejabat lingkup Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) Sultra dan undangan hadir dalam kegiatan bertema “Imigrasi e-goverment Pasti Nyata”. “Imigrasi harus selalu melaksanakan pelayanan secara transparan sesuai prosedur dengan kepastian waktu, bekerja profesional menurut aturan yang berlaku. Harus melakukan percepatan pencapaian target kinerja tahun 2017 secara akuntabel. Kuatkan fungsi hukum kemigrasian melalui sinergitas,” kata Kepala Kanwil Kemenkumham Sultra, Sofyan saat menjadi Inspektur Upacara dan membacakan sambutan Menkumham, Yasonna H. Laoly.

Dalam usia 67 tahun, jajaran Imigrasi khususnya di Kendari harus menunjukan kinerja luar biasa yang semakin meningkat dan berkualitas. Soal pengawasan terhadap masuknya orang asing di Sultra juga harus lebih dimaksimalkan. “Tim pengawasan orang asing (Timpora) yang telah dibentuk mesti bekerja profesional. Bersinergi, mengedepankan prinsip PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergitas, Transparan dan Inovatif),” pesannya.

Dia juga menekankan soal praktik pungutan liar (Pungli) yang kerap kali terjadi. Apabila ada yang kedapatan meminta dan menerima sejumlah uang dari warga dalam pengurusan paspor, maka Sofyan menegaskan akan melakukan pemecatan pada pegawai tersebut.

Sementara itu Kepala Divisi (Kadiv) Imigrasi Kemenkumham Sultra, Enang Samsul Syamsir yang ditemui menjelaskan, tahun 2017 ini mereka mempunyai program prioritas, salah satunya melibatkan pemerintah kecamatan untuk dilibatkan sebagai personil Timpora. Sebelumnya tim tersebut hanya mengikutkan pihak pemerintah kabupaten, Polri, TNI, Jaksa, Kesbangpol, Dinas Tenaga Kerja dan stakeholder lainnya.

Mantan Kepala Imigrasi Kelas I Surabaya itu juga memaparkan, pada tahun 2016 lalu ada 1800 Warga Negara Asing (WNA) yang masuk di daerah ini. Dan diawal Januari 2017 tercatat 1469 WNA. Semntara untuk perusahaan yang mempekerjakan TKA ada 59 perusahaan, tersebar di seluruh wilayah Sultra. “Untuk penindakan, pada tahun 2016 ada 378 WNA mendapat sanksi administratif dan 43 orang dideportasi serta delapan orang dijatuhi pidana. Yang menonjol, ada WNA memiliki KTP, akta kelahiran dan beberapa dokumen kewarganegaraan Indonesia. Namun sudah diproses dan telah divonis penjara. Untuk awal Januari 2017 ada delapan WNA sedang menjalani proses pemeriksaan dan dalam waktu dekat lima orang segera dideportasi,” papar Enang. (komar)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top