Air Mata Iringi Penahanan Umar ke Sel KPK – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Air Mata Iringi Penahanan Umar ke Sel KPK

Bupati nonaktif Buton Samsu Umar Abdul Samiun mengenakan baju tahanan berpelukan dengan simpatisannya seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/1/2017). KPK menahan Samsu Umar Abdul Samiun setelah dijemput paksa karena mangkir dua kali pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan suap kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar terkait sengketa pemilukada Buton tahun 2011.--Foto: Imam Husein/Jawa Pos

Bupati nonaktif Buton Samsu Umar Abdul Samiun mengenakan baju tahanan berpelukan dengan simpatisannya seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/1/2017). KPK menahan Samsu Umar Abdul Samiun setelah dijemput paksa karena mangkir dua kali pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan suap kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar terkait sengketa pemilukada Buton tahun 2011.–Foto: Imam Husein/Jawa Pos

kendaripos.fajar.co.id,JAKARTA–-Setelah 22 jam menjalani pemeriksaan secara maraton di KPK, Bupati Buton (non aktif) Samsu Umar Abdul Samiun resmi ditahan komisi anti rasuah itu. Kemarin, sekitar pukul 16.45 WIB, Ketua DPP PAN Sultra itu keluar dari gedung KPK, sudah mengenakan rompi orange, simbol seorang sudah jadi tahanan. Umar terlihat menyunggingkan senyum dan memilih tidak menjawab pertanyaan wartawan yang mengerubutinya.

Ia hanya melambaikan tangannya ketika ditanya apakah persoalan yang melilitnya adil atau tidak. Umar terlihat berusaha tegar, dengan senyum selalu menghias bibirnya, walaupun matanya tak bisa menyembunyikan perasaannya.

BACA JUGA :  Praperadilan Ditolak, Umar Samiun Bisa Dijemput Paksa KPK

Umar digiring beberapa petugas KPK menuju mobil tahanan yang akan membawa mantan Ketua DPRD Buton itu ke tahanan.
Penahanan Umar Samiun sore kemarin berlangsung cukup dramatis. Puluhan loyalisnya yang jauh-jauh datang ke Jakarta terlihat histeris melihat idola mereka digelandang ke mobil tahanan. Mereka berteriak menandakan kekecewaan terhadap tindakan KPK, sembari berlari mengejar mobil yang ditumpangi Umar Samiun. “Ini adalah persoalan politik,” teriak pendukung Umar Samiun sambil mengeluarkan air mata.

Sebelum naik ke mobil, seorang perempuan mendadak berlari memeluk erat Umar Samiun, dengan tangisannya. Perempuan berjilbab itu baru berhenti memeluk saat tangannya dilepas dari pelukan sang bupati.

Umar juga sempat berpelukan dengan loyalisnya bernama Asrul Tabena.  Asrul menangis berteriak-teriak sambil menangis,  sementara kawannya berusaha menenagkannya.

BACA JUGA :  KPK Intensifkan Kasus Bupati Buton, Enam Saksi Diperiksa

“Paman. Paman, ” teriak Asrul sambil menangis. Ia terus berjalan sambil mengeluarkan air mata saat petugas KPK memisahkan keduanya.

“Sedih yah,  saya juga terharu melihat mereka, ” kata seorang wartawan nasional yang meliput peristiwa itu.

Asrul Tabena,  warga Buton yang ditemui di pelataran gedung KPK, kemarin mengatakan  datang ke KPK untuk memberikan supoort kepada Umar Samiun. Supaya beliau semangat dalam menghadapi persoalan hukum. Ini adalah bentuk kecintaan masyarakat terhadap pemimpinnya. Pria yang mengaku loyalis Umar Samiun itu mengatakan masyarakat Buton tidak akan membiarkan Umar Samiun menghadapi persoalan ini seorang diri. Masyarakat Buton akan tetap bersamanya.

Saat ini kabar soal Umar Samiun melakukan korupsi mulai  beredar. Padahal dalam persoalan ini Umar Samiun yang dirugikan. Sebab  sebenarnya pelakunya adalah Arbab Paproeka yang memanfaatkan kondisi  Umar Samiun. “Beliau tidak pernah melakukan hal-hal yang dituduhkan orang. Dia terkena tipu,” ujarnya.

BACA JUGA :  KPK Resmi Tahan Bupati Buton Nonaktif, Umar Samiun Terlihat Tegar dengan Rompi Oranye

Dukungan terhadap Umar Samiun juga datang dari La Umar, Ketua Pengungsi Eks Korban Maluku Ambon dan Maluku Utara yang berdomisili di Buton. Ia mengatakan pemimpinnya dipanggil paksa oleh KPK tanpa diketahui permasalahanya secara terang benderang.  Apakah ini murni masalah hukum atau ada unsur politisasi.  Sebab menurutnya  persoalan ini lebih mengedepankan masalah politik.

Kalau permasalahan hukum, ini momentum Pilkada.  Dimana sudah menjelang pemungutan suara lantas dipanggil secara paksa.
“Kami sebagai masyarakat Buton tidak menginginkan pemimpin kami dilakuan seperti ini. Kami inginkan KPK melihat permasalahan ini secara jeli,” ujar dia dengan suara melengking.

Sebelum resmi ditahan, puluhan orang yang mengaku pendukung Umar Samiun memang sudah berada di KPK, sejak Rabu (25/1) malam lalu. Mereka menanti keputusan KPK yang ternyata sampai dini hari Kamis masih memeriksa Ketua PAN Sultra itu. Salah satu yang terlihat hadir adalah Ketua DPRD Buton, Laode Rafiun. Ia menunggu kepastian status Umar Samiun pasca digelandang ke lembaga anti rasuah itu.

Kedatangan mereka guna memberikan dukungan Umar Samiun agar tetap tegar dalam menghadapi persoalan hukum.
Sejak pagi mereka sudah berada di gedung KPK guna menunggu perkembangan kasus dan sikap KPK terhadap Umar Samiun.(dan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.





Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top