Syahbandar Warning Nahkoda tak Muat Barang Berbahaya – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

Syahbandar Warning Nahkoda tak Muat Barang Berbahaya

Kepala KSOP Kendari, Akhriadi SH MH

Kepala KSOP Kendari, Akhriadi SH MH

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Langkah persuasif Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kendari nampaknya belum ditanggapi serius para nahkoda kapal tradisional. Pasalnya, selang beberapa hari sosialisasi terkait larangan memuat motor bagi kapal angkutan antar pulau itu, nahkoda kembali memanfaatkan ruang kosong pada lambung kapal untuk mengangkut kendaraan tersebut.Pemandangan itu masih terlihat di Pelabuhan Rakyat Kendari-Wawonii dan Pangkalan Perahu Kendari-Raha.

Menanggapi hal tersebut Kepala KSOP Kendari, Akhriadi masih memberikan pengecualian pada perusahaan pelayaran. Setelah mengkaji kondisi di lapangan, jumlah armada laut yang ada di metro ini memang belum seimbang dengan kebutuhan masyarakat, khususnya angkutan khusus yang bisa memuat kendaraan semisal kapal Ferry. Karenanya, nahkoda disyaratkan untuk memenuhi beberapa ketentuan. “Memang susah kalau kita tidak bolehkan berangkat, karena memang tidak ada kapal khusus, hanya Ferry itu belum cukup,” ujarnya, Rabu (25/1).

Syarat dimaksud lanjut dia, bahan bakar minyak dan aki setiap kendaraan yang hendak dinaikan ke atas kapal harus dipastikan kosong. Kata dia, BBM dan gas elpiji merupakan barang berbahaya yang dilarang keras untuk dimuat dalam kapal penumpang. Ia pun meminta anggotanya melakukan pengawasan lebih ketat di lapangan. “Yang namanya bensin, solar dan sejenisnya itu sangat dilarang dan tak ada toleransi, kalau kedapatan petugas wajib ditindak, nahkoda harus diperingati,” tegasnya.

Selain itu, soal penempatan kendaraan di dalam kapal juga harus terpisah dengan penumpang. Sebab jika digabung, maka kenyamanan penumpang terganggu dan keselamatan terancam. “Kita inginkan nahkoda betul-betul memerhatikan ini, kalau tidak konsekuensinya kapal tak bisa berangkat. Jadi utamakan dulu safety, ” terangnya. Akhriadi juga mengingatkan anggotanya untuk bertugas maksimal di lapangan. Sebab saat ini Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Laut tengah melakukan pengawasan ketat. “Kejadian baru-baru di Kepulauan Seribu, itu jadi peringatan untuk kita semua. Makanya Dirjen langsung mengeluarkan aturan baru agar kapal jangan berangkat kalau tidak safety,” tandasnya. (elyn)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top