Parah! Sepekan, 3 Anak Dibawah Umur Dicabuli – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Koni Sultra
Hukum & Kriminal

Parah! Sepekan, 3 Anak Dibawah Umur Dicabuli

KENDARIPOS.CO.ID RUMBIA – Kasus pencabulan anak dibawah umur marak di wilayah hukum kabupaten Bombana. Bayangkan, dalam kurun waktu sepekan, tiga kasus pencabulan terjadi. Untungnya, aparat polisi di Polres Bombana sigap. Begitu kasusnya dilaporkan, para pelaku yang diduga melakukan perbuatan bejat itu berhasil ditangkap.

batm

Ketiga tersangka pencabulan itu adalah, Ikbal (19), warga Kelurahan Lameroro Kecamatan Rumbia, Askar, warga Desa Laea, Kecamatan Poleang Selatan serta Kalepa alias Darman, warga Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Rumbia, Tengah. Ketiga terduga perbuatan bejat ini melakukan tindak pidana pencabulan di tiga tempat berbeda.

Ikbal salah satunya, pria 19 tahun yang tidak memiliki pekerjaan tetap ini melakukan tindak pidana kejahatan kesusilaan terhadap Ml, belia berusia 13 tahun. Peristiwa itu dilakukan Rabu (18/1) sekira pukul 20.00 wita di Kelurahan Lameroro. Malam itu, saat Ml hendak membeli bakso, secara tidak sengaja bertemu Ikbal. Pemuda ini kemudian mengajak Ml naik motornya, dengan alasan hendak mengantar pulang. Namun Ikbal ternyata membawa sang gadis ke rumahnya, dan memaksa Ml melakukan hubungan badan sebanyak dua kali.

Dua hari pasca kejadian, keluarga Ml langsung mengadukan tindak pidana asusila itu di Polsek Rumbia. Hanya berselang beberapa jam, Ikbal berhasil dibekuk di rumahnya. Setelah dimintai keterangannya oleh penyidik Polsek Rumbia, Ikbal langsung ditetapkan tersangka. “Dia juga telah ditahan di sel Polres Bombana untuk penyidikan lebih lanjut,” kata Kapolsek Rumbia, Iptu Arman.

Dua hari setelah tindakan asusila terhadap Ml, Polisi di Polsek Rumbia kembali menerima laporan tindak pidana yang sama. Kali ini korbannya, MR, warga Desa Tapuahi, Kecamatan Rumbia Tengah. Belia 13 tahun ini, diduga dicabuli Ask (inisial), Jumat (20/1) lalu. Ceritanya, sekira pukul 16.00 wita hari itu, MR keluar rumah hendak menggiling cabai di dekat rumahnya. Di tengah perjalanan, belia ini bertemu Ask dan mengajaknya naik ke dalam mobilnya. Mereka berdua kemudian menuju wilayah Poleang.
Begitu tiba di sekitar Pajjongai, Poleang Selatan, MR mengaku dicabuli sebanyak dua kali oleh pria beristri itu. “Kasus ini juga cepat kami respon, karena sehari setelah dilaporkan, pelakunya berhasil kami bekuk. Saat ini, Ask juga sudah ditahan di Polres Bombana, guna kepentingan penyidikan,” jelasnya.

Tiga hari kemudian, tindak pidana pencabulan terjadi lagi, dimana korbannya St, anak berusia 5 tahun. Tindak pidana asusila ini terjadi Senin (23/1) lalu sekira pukul 18.00 wita. Kasus ini terjadi setelah St mengeluh sakit pada organ intimnya. Saat ibu St memeriksanya, dia menemukan luka lecet pada organ intim anaknya. Ibu anak 5 tahun ini pun curiga dan menanyakan langsung siapa yang telah berbuat bejat kepadanya. Dengan polos St menyebut Crl, warga Kampung Baru, Kecamatan Rumbia Tengah.

Tanpa pikir panjang, ibu ST mengadukan peristiwa yang dialami anaknya, kepada personil Polsek Rumbia. Hanya dalam beberapa jam, Crl berhasil dibekuk dan menyusul ditahan di Polres Bombana. Kapolres Bombana, AKBP Bestari H Harahap mengaku prihatin dengan maraknya pencabulan anak dibawah umur yang terjadi di wilayah hukumnya. Atas peristiwa yang lagi marak terjadi itu, Kapolres menghimbau kepada seluruh orang tua, agar selalu melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya.

“Biasanya pelaku kejahatan itu memanfaatkan kelengahan orang tua atau pemilik rumah saat melakukan tindak kejahatan. Jadi kami minta, lakukan pengawasan yang ketat kepada anak-anak,” pesannya. (b/nur)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top