Monsun Asia Bergerak ke Sultra, Intensitas Hujan akan Tinggi – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Metro Kendari

Monsun Asia Bergerak ke Sultra, Intensitas Hujan akan Tinggi

Ilustrasi hujan lebat

Ilustrasi hujan lebat

kendaripos.fajar.co.id,KENDARIKondisi cuaca di beberapa wilayah di Sultra cenderung kurang bersahabat. Hujan diprediksi mengguyur beberapa daerah dengan intensitas cukup tinggi. Monsun Asia yang bergerak ke wilayah Indonesia, termasuk Sultra menjadi pemicunya. Fenomena alam ini menyebabkan wilayah pesisir Sultra cukup menghangat. Akibatnya, suplai massa udara basah di atas wilayah atmosfir mengalami peningkatan.

Berdasarkan pantuan satelit Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kumpulan awan cukup tebal menutupi sejumlah wilayah seperti Kolaka, Kolaka Timur, Konawe Selatan, Buton Selatan, Buton dan Bombana. Diperkirakan sebaran awan-awan hujan ini masih akan meluas. Makanya, daerah sekitarnya tetap berpotensi di guyur hujan, juga termasuk Kendari.

“Hampir semua daerah di Sultra berpotensi diguyur hujan. Hanya saja, waktu dan intensitasnya yang berbeda-beda. Kolaka misalnya, diprediksi hujan terjadi siang hingga malam hari. Sementara Langara, Konawe Kepulauan hanya pada siang hari. Untuk wilayah kepulauan, Buton dan Buton Selatan diprediksi hujan akan mengguyur sepanjang hari kecuali siang,” jelas Aris Yunatas, Kasie Observasi dan Informasi Station Metereologi Maritim Kendari, Rabu (25/1).

Intensitas hujan yang menguyur Sultra kata Aris, cenderung sedang hingga lebat. Makanya, dibeberapa daerah masih tampak awan hitam atau yang lebih dikenal cumolonimbus. Cuaca yang beberapa hari panas, cukup efektif menampung massa udara basah di atmosfir. Makanya, masyarakat tetap waspada terhadap potensi angin kencang dan puting beliung. Pasalnya, awan cumolonimbus kerap disertai angin dengan kecepatan mencapai 45 kilomter perjam.

“Secara umum, udara di Sultra cukup lembab dengan tingkat antara 70 sampai 95 persen. Untuk suhu udara diprediksi 24 hingga 32 derajat celsius. Sementara kecepatan angin sekitar 20 kilometer perjam. Namun kecepatan angin yang bertiup dari arah barat bisa berubah. Apalagi dengan adanya potensi awan cumolonimbus,” pungkasnya. (mal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top