Lima Anggota KPU Konsel Dirutankan – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Lima Anggota KPU Konsel Dirutankan

Anggota KPU Konsel yang digelandang ke Rutan Punggolaka Kendari.

Anggota KPU Konsel yang digelandang ke Rutan Punggolaka Kendari.

kendaripos.fajar.co.id,ANDOOLO—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Konsel kini kosong ditinggal semua komisionernya. Lima anggotanya kini berada di Rutan Kendari, menjalani penahanan seteleh mereka ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh Kejari Konsel. Kelimanya tidak bersamaan masuk sel, tapi dibagi dua tahap. Pertama, 8 Desember lalu dialami Aswan dan Nuzul Qadri. Nah, 25 Januari kemarin, tiga lainnya yakni Jabal Nur, Yusran dan Sutamin Rembasa dijebloskan ke penjara juga.

Lima orang anggota KPU Konsel itu memang sudah lama ditetapkan sebagai tersangka. Mereka diduga melakukan korupsi danah hibah Pilkada tahun 2015 lalu. Hanya saja, penahanan dilakukan dia edisi. Kajari Konsel, Andi Abdillah beralasan, tiga terakhir masuk sel itu karena dianggap berkas pemeriksaan sudah rampung.

Penahanan ini berawal dari pemanggilan ketiga komisioner tersebut untuk menjalani pemeriksaan pasca ditetapkan sebagai tersangka untuk menjalani pemeriksaan, kemarin. Ketua KPU Konsel Jabal Nur bersama dua rekannya Yusran dan Sutamin tersebut terlihat di kantor Kejari Konsel sekitar pukul 10:00 Wita. Mereka bahkan sempat berbincang dengan Kendari Pos.

“Kapan katanya kita ditahan?. Ini kan pemeriksaan pertama setelah kita dinyatakan tersangka,” tanya Jabal Nur dengan tenang sejam kemudian sebelum penahanan.

Sekitar pukul 11:00 Wita, petugas medis tampak masuk di ruangan Kasipidsus dimana didalam ruangan itu terdapat ketiga komisioner.

Petugas medis dr. Mbayo yang telah memeriksa kesehatan ketiga komisioner mengungkapkan, hasil pemeriksaan ketiganya kondisi kesehatan mereka masih baik. “Pada intinya kondisi fisiknya dan kesehatannya masih normal,” katanya singkat.
Sekitar pukul 12:00 Wita kemudian, ketiganya akhirnya keluar dari ruangan Kasipidsus Kejari Konsel dengan kondisi wajah yang murung.

BACA JUGA :  Saksi Bongkar Permainan Komisioner KPU Konsel di Depan Hakim

Tanpa bicara, ketigangya langsung digelandang menuju mobil milik Kasipidsus yang sudah terparkir di samping kantor Kejari Konsel. Mereka akhirnya diantar menuju Rutan Kendari dengan menumpangi mobil Avanza hitam Nopol 7926 KE.
Kuasa Hukum Sutamin Rembasa, Khalid Usman SH MH, mengaku akan mengajukan Praperadilan atas penetapan tersangka kliennya. Menurutnya, apa yang menimpa lima komisioner itu merupakan kesalahan administrasi dalam pengelolaan keuangan di tubuh KPU Konsel.

“Kami lihat ini dua alat bukti yang disajikan jaksa tidak cukup untuk penahanan terhadap ketiga komisioner,” klaimnya.
Senada dengan itu, Kuasa Hukum ketua KPU Konsel, Jabal Nur, Dr. Abdul Rahman menganggap penahanan atas kliennya oleh kejaksaan merupakan upaya paksa. Dirinya pun bertekad untuk segera ajukan praperadilan.

“Ini terbilang cukup tergesa-gesa. Seharusnya di BAP dulu baru melakukan penahanan. Namun itu lagi-lagi kewenangan jaksa,” terangnya sambil meninggalkan Kejari Konsel, Rabu (25/1).

Sementara itu Kejari Konsel Abdillah SH MH mengungkapkan, sebelum penahanan, ketiga komisioner sudah ditetapkan tersangka pada tanggal 11 Januari 2017.

“Kita sengaja nda ekspos karena itu sebagian dari strategi. Karena selama ini saya melihat mereka merasa tidak salah. Nanti datang, dengan santainya kita langsung tahan,” ungkapnya.

Dasar penahanan itu lanjut dia setelah adanya dua alat bukti yang cukup yakni surat rental dan keterangan KPU Provinsi. Ditambah dengan hasil audit BPKP. Dimana kerugian negara sekitar Rp 272 juta.

Mengenai tanggapan kuasa hukum sejumlah tersangka, Abdillah sempat menangkis dan menanggapinya dingin.
“Ketika sudah naik tersangka kita bisa pertanggugjawabkan. Inikan sudah penyidikan. Bisa dikatakan tergesa-gesa kalau masih tahap lidik. Yang namanya suatu proses perkara itu, ada pul data, lidik dan sidik. Jadi apanya lagi yang dimaksud tergesa-gesa. Silahkan saja kalau mau praperadilan,” tangkisnya.

BACA JUGA :  Saksi Bongkar Permainan Komisioner KPU Konsel di Depan Hakim

Mengenai ketiga tersangka, lanjutnya, pihaknya sudah mempersiapkan pemberkasan untuk segera dilimpahkan. Adapun pasal disangkakan, yakni pasal 2 dan 3 tentang tindak pidana korpsi.

Dari penahanan ketiga komisioner itu, dirinya berharap bagi semua pemegang keuangan di Konsel agar lebih berhati-hati.
“Baik dari segi pengelolaannya dan harus mengikuti aturan yang seharusnya. Seperti ini komisioner harusnya tidak bisa langsung bersentuhan dengan keuangan. Tapi kenyataannya demikian. Karena ada bukti menandatangi perjanjian,” harapnya mengingatkan.
Untuk diketahui, perkara ini berawal dari kasus sewa mobil alias rental yang diduga kuat modusnya fiktif. Duitnya diterima, mobilnya tak jelas bagaimana statusnya. Sejak pertengahan Maret 2016 pengusutan kasus ini sudah dimulai jaksa. Kecurigaan itu berawal saat para komisioner buru-buru mengembalikan duit ke bendahara KPU, 8 Maret lalu, masing-masing sebesar Rp 54 Juta. Padahal, hasil audit BPK yang menemukan kejanggalan soal rental mobil itu sudah lama disampaikan.

Uang tersebut dikembalikan, setelah adanya laporan di Kejari terkait rental mobil fiktif. Padahal seharusnya proses kontrak dalam rental mobil tersebut dibayar perbulan, namun hasil kesepakatan komisioner dan sekertaris, uang rental dibayarkan sekaligus untuk sewa terhitung 1 Mei-Desember 2015, sehingga dibayarkanlah masing-masing komisioner Rp 54 juta, dengan mencairkannya sekaligus. Andai saja uang tersebut dikembalikan setelah ada hasil audit BPK, bendahara bisa saja membuat laporan berita acara pengembalian. Tapi karena sudah dipertanggung jawabkan 2015 lalu, bendahara bingung mau dikembalikan kemana.

BACA JUGA :  Saksi Bongkar Permainan Komisioner KPU Konsel di Depan Hakim

Ketua KPU Jabal Nur sempat menepis kabar soal dugaan korupsi ini kala pertama mencuat di media. Ia menegaskan bahwa tidak ada yang fiktif dalam kasus rental mobil itu. Duitnya ada, dan mobilnya juga ada. Jabal mengaku bahwa mobil digunakan untuk operasional berbagai kegiatan Pilkada termasuk melakukan monitoring bersama Kapolres dan Pj Bupati Konsel, kala itu. Ia juga menegaskan bahwa uang rental itu tidak pernah mereka kembalikan ke bendahara, seperti kabar yang mencuat.

Yang benar, bila memang itu dilarang, atau ada aturan yang tidak membolehkan komisioner menyewa mobil untuk operasional, maka mereka siap mengembalikan. “Tapi kami cek di Permendagri nomor 51 tahun 2015, boleh kok rental mobil,” kata dosen non aktif IAIN Kendari itu.  Tapi setelah mereka melakukan konsultasi ke KPU Sultra, mereka disarankan untuk mengembalikan dana itu daripada jadi masalah nanti, meskipun mereka sudah merental mobil. Padahal, kata Jabal, uang Rp 54 juta tiap komisioner itu bukan hanya sewa pakai, tapi sudah termasuk uang bensin, pajak dan administrasi lainnya. Sayangnya, penjelasan Jabal Nur itu tidak cukup kuat untuk meyakinkan jaksa. Ia bersama empat koleganya sudah ditetapkan jadi tersangka dan kini sudah ditahan. Dari kasus itu, negara diduga rugi sekitar Rp 270 juta, yang merupakan akumulasi dari dana hibah yang diporsikan masing-masing ke lima komisioner. Yakni, Rp 54 juta per komisioner.(kamal)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.





Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top