Ada 3000 Tanaman dari 100 Spesies Berbeda di Kebun Raya Kota Kendari – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Iklan LA
Metro Kendari

Ada 3000 Tanaman dari 100 Spesies Berbeda di Kebun Raya Kota Kendari

Walikota Kendari, Asrun bersama anggota DPRD Kota Kendari, saat meninjau kebun raya Kota Kendari, Rabu (11/1).

Walikota Kendari, Asrun bersama anggota DPRD Kota Kendari, saat meninjau kebun raya Kota Kendari, Rabu (11/1).

KENDARIPOS.CO.ID,KENDARI—Wali Kota Kendari, Ir Asrun kembali meninjau langsung progres pembangunan Kebun Raya Kota Kendari di wilayah Nanga-nanga. Kunjungan orang No 1 Kendari itu kali ini didampingi sejumlah kepala dinas dan puluhan anggota DRRD Kota Kendari. Asrun menganggap proyek ini sebagai sesuatu yang urgent untuk segera selesai.

Kepala daerah dua periode itu mengaku takjub dengan desain Kebun Raya hasil kerjasama Kemen PU Pera-Lippi dan Pemkot Kendari itu. Dia pun berkomitmen menggenjot pekerjaan itu. Jika sebelumnya ditarget tuntas 2019, bisa dimajukan 2018. “Kita akan push (dorong) di pusat supaya anggarannya bisa cair seluruhnya tahun depan supaya akhir 2018 sudah bisa dituntaskan,” katanya.

Asrun juga memuji fasilitas unik yang ada. Mulai gerbang, gedung pengelola sampai pada camping ground dan taman bermain anak. “Saya lihat ini camping groundnya yang sempit, saya mau Pemkot bebaskan tanah yang sebelahnya supaya bisa diperlebar,” komitmennya.

Terkait akses jalan, Asrun mengaku belum menganggarakan biaya untuk pengaspalannya, karena jalur itu masih banyak dilintasi kendaraan dengan beban berat. Tapi tidak berarti ia akan mendiamkanya, karena bila sudah mendekati final, Pemkot pasti melakukan pengaspalan. “Saya sudah beritahu pengelola, kalau sudah hampir selesai kita dikasih tahu supaya langsung diaspal,” terangnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kota Kendari, Syamsudin Rahim mengaku selama ini cukup penasaran dengan wajah Kebun Raya itu. Makanya, sebagain besar anggota dewan menyempatkan diri untuk meninjau objek wisata itu, Rabu (11/1). “Kita bersyukur kita menjadi salah satu daerah yang dipilih untuk pembangunan kebun raya ini. Kita jadikan ini aset bersama yang harus kita jaga dan pelihara,” ungkapnya.

Pihak pengelola Kebun Raya, La Ode Yama menambahkan meski baru rampung 40 persen, kebun raya itu kini sudah mulai dikunjungi warga metro utamanya pada akhir pekan. “Banyak yang datang main sepeda, lari sore atau hanya sekedar jalan-jalan dan berfoto, dan sekarang belum dipungut biaya,” jelasnya.

Untuk diketahui Kebun Raya Kota Kendari ini berada di Kelurahan Andonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari dengan luas sekitar 118 hektar. Nantinya akan menelan anggaran sebesar 64 miliar dari APBN. Saat ini sudah dikelola sebesar Rp 24 miliar. Anggarannya bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-Pera). Pembangunan tersebut meliputi tujuh item kegiatan diantaranya pendirian bangunan konservasi, bangunan edukasi, bengkel atau zona service, arboretum dan pagar keliling.
Rencananya pekerjaan tahap dua akan dimulai Februari 2017, item pekerjaan itu 6-7 pekerjaan diantaranya guest house, nursery green house dan arboretum. Dalam proses pembangunannya LIPI dilibatkan. Selain mengawal pembangunan kebun raya, para peneliti tersebut bertugas mendata tanaman endemik yang ada dalam kawasan dan menanam sejumlah tanaman untuk menambah koleksi tumbuhan di kebun raya.

“Di Kebun Raya Kendari sudah terdapat sekitar 3.000 bibit tanaman dari 100 spesies yang ditanam oleh staf LIPI yang bekerja di Kebun Raya Kendari. Tanamannya itu ada tanaman obat, tanaman hias dan tanaman langka yang bernilai ekonomis” ungkap Yama.

Pembibitan ini merupakan salah satu syarat sebelum peluncuran kebun raya pada 2019 nanti. Sebab syarat kebun raya harus memiliki zona penerima (visitor center dan guest house), kawasan pengelola dan zona koleksi.(elyn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Iklan Catur
To Top