Hmm Rasain, Pencuri dan Penadah itu Dibekuk Polisi – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Koni Sultra
Hukum & Kriminal

Hmm Rasain, Pencuri dan Penadah itu Dibekuk Polisi

KENDARIPOS.CO.ID KENDARI– Tiga pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) berhasil dibekuk tim Buru Sergap (Buser) Polres Kendari. Para tersangka itu diidentifikasi adalah dua orang pria berinisial IM (19) dan SM (24), serta seorang wanita, DA (25).

tersangka-curanmor-1

Penangkapan ketiga tersangka tersebut berawal dari laporan korban bernama Erwin yang motornya dicuri kedua pelaku di Jalan Made Sabara, Kelurahan Mandonga, Kota Kendari. Kanit I Pidum Satreskrim Polres Kendari, Ipda Sakti Tangke yang dikonfirmasi, Selasa (101/) membenarkan penangkapan tersebut.

Ia menjelaskan, awalnya korban memarkirkan motor jenis Yamaha Jupiter Z bernomor polisi DT 3537 ZE di depan Masjid Baitul Jalil, Mandonga, tak jauh dari rumah kos Erwin. Setelah beberapa saat, korban mengetahui motornya sudah tak ada di parkiran semula. Ia pun lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kendari.

Beberapa hari kemudian, korban melihat sebuah motor yang dicurigai adalah miliknya dan melaporkan kembali ke kepolisian. “Pencurian terjadi tanggal 5 Agustus 2016 lalu. Dengan bantuan korban pula, pelaku berhasil kami bekuk,” papar Sakti.

tersangka-curanmor-2

Polisi yang mendapat informasi keberadaan pelaku lalu membekuk ketiganya di Desa Hodua, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, tak jauh dari kediaman pelaku.

Dari penyelidikan awal diketahui, tersangka IM yang melihat obyek curiannya diparkir kemudian menghubungi DA untuk menawarkan motor tersebut. DA lalu menerima tawaran tersebut. IM bersama rekannya SM lalu melakukan aksi pencurian tersebut. “Jadi sebelum mencuri mereka laporkan dulu ke penadah apakah mau motor tersebut. Kalau penadah mau, jadi mereka langsung eksekusi,” sambungnya.

Kini ketiga tersangka telah dijebloskan ke rumah tahanan Polres Kendari untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Pasalnya ketiga pelaku mempunyai komplotan yang sering melakukan aksi Curanmor serupa. “Mereka dijerat pasal 361 ayat 1 sampai 4 dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” tegas Sakti. (b/kmr)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top