Waspada Hujan Lebat Disertai Angin Kencang – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Metro Kendari

Waspada Hujan Lebat Disertai Angin Kencang

kendaripos.fajar.co.id KENDARI– Kondisi cuaca beberapa hari ini terkadang tidak menentu. Hujan lebat dengan durasi singkat disertai angin kencang, layaknya musim pancaroba. Padahal wilayah Sultra telah memasuki periode penghujan. Cuaca yang tidak menentu ini dipicu adanya pola aliran udara di sebelah selatan ekuator akibat pergerakan matahari. Pola angin ini berada di atas wilayah atmosfir bagian barat Pulau Jawa dan mulai bergerak ke beberapa wilayah termasuk ke Sultra.

“Sultra telah memasuki musim hujan pada bulan Januari ini. Namun curah hujan masih terkesan normal-normal saja. Padahal biasanya, intensitas relatif meningkat. Hal ini disebabkan pola angin yang bergerak di selatan ekuator yang membawa massa udara basah,” kata Aris Yunatas, Kasie Observasi dan Informasi Stasiun Metereologi Maritim Kendari, Minggu (8/1).

Fenomena alam ini kata Aris, menyebabkan cuaca siang hari panas dan terasa gerah. Ada kalanya, tidak terjadi hujan beberapa hari. Namun kondisi ini justru menjadi tambahan energi pada pembentukan awan. Pada hari berikutnya, uap air semakin tak tertampung. Dengan energi yang sudah menumpuk, maka terjadilah hujan lebat yang disertai angin kencang. Makanya, warga tetap diminta waspada. Apalagi potensi musibah angin puting beliung sewaktu-waktu bisa terjadi.

“Meskipun sudah memasuki musim hujan, bukan berarti setiap hari turun. Dua atau tiga hari panas, lalu disusul hujan lebat dan angin kencang usai jeda. Terkadang, cuaca siang hari cukup terik. Namun pada sore hari atau menjelang malam mulai terlihat penumpukan awan. Makanya, beberapa wilayah di Sultra terjadi hujan lebat pada malam hingga dini hari. Seperti di Kolaka, Kolaka Utara, Konawe Utara, Konawe dan Kolaka Timur,” jelas prakirawan cuaca ini.

Disisi lain, kondisi suhu muka laut yang menghangat berkisar antara 26 sampai 31 derajat celcius berbarengan dengan pemanasan intensif oleh matahari menyebabkan berkembangnya pusat-pusat tekanan rendah. Fenomena alam ini membuat proses pembentukan awan-awan konvektif hasil dari proses meningkatkan suhu udara. Tekanan udara rendah ini memicu pembentukan awan Cumulonimbus. Biasanya, Cumulonimbus akan menyebabkan hujan deras disertai angin kencang dan sambaran petir.

“Secara umum, cuaca dalam dua terakhir ini berpeluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Diprediksi, hujan terjadi menjelang sore dan malam hari. Dengan potensi kecepatan angin, maka berpeluang terjadi angin kencang namun belum mengarah ke puting beliung. Pasalnya, kecepatannya lebih dari 63 kilometer perjam yang bergerak secara garis lurus dengan lama kejadian maksimum 5 menit,” pungkasnya. (c/mal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top