Truk Tentara Jadi Sasaran, 4 Tewas Ala Serangan Berlin – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Internasional

Truk Tentara Jadi Sasaran, 4 Tewas Ala Serangan Berlin

kendaripos.fajar.co.id— Acara tur rombongan tentara Israel kemarin (8/1) gagal total. Bukannya bersenang-senang, acara tersebut berujung kesedihan. Empat rekan mereka tewas dan 15 lainnya terluka setelah truk yang dikendarai warga Palestina mengarah ke rombongan tersebut. Ditengarai, kejadian tersebut dilakukan secara sengaja. Pelaku ditembak mati di lokasi.

Belasan lubang peluru tampak menembus kaca truk yang dikendarai pelaku. Kejadian tersebut merupakan salah satu serangan yang paling mematikan dalam beberapa bulan belakangan.

Kejadian itu bermula saat rombongan tentara Israel tiba di Armon Hanatziv untuk melakukan tur edukasi. Mereka baru saja turun dari bus. Tiba-tiba ada truk yang menuju ke arah rombongan tersebut. Dalam rekaman kamera keamanan, tampak truk tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak rombongan tentara Israel.

Tentara-tentara yang menyandang senapan di pundak itu berlarian menyelamatkan diri. Media-media Israel mempertanyakan mengapa mereka tidak menembak pelaku dengan menggunakan senapan tersebut dan malah berlari. Setelah truk tersebut memakan banyak korban, salah seorang tentara menembak pelaku.

BERSEDIH: Dua tentara perempuan saling menenangkan setelah melihat teman-temannya menjadi korban. (Ronen Zvulun/Reuters)

Saya menembak di bagian ban. Tapi, itu tidak ada gunanya karena ban truk tersebut banyak. Jadi, saya lari ke depan truk dan menembaknya hingga peluru saya habis,’’ ujar seorang prajurit yang hanya menyebut inisial namanya sebagai A tersebut.

Dia sebenarnya juga ditabrak, tetapi selamat. Menurut dia, setelah pelurunya habis, beberapa prajurit yang lain mengikuti langkahnya menembaki pelaku dari depan.

Menurut pihak kepolisian, pelaku adalah warga Palestina yang tinggal di Jabal Mukaber, Jerusalem Timur. Tanah Palestina tersebut diklaim oleh Israel sebagai milik mereka. Karena tinggal di Jerusalem Timur, pelaku memiliki kartu identitas Israel. Dia bisa bepergian ke mana pun di Israel.

Pihak kepolisan mengungkapkan, tiga di antara empat korban tewas adalah perempuan. Empat korban tewas itu berusia 20-an tahun. Di Israel, nama-nama prajurit yang tewas hanya diumumkan setelah keluarga korban diberi tahu. Sekitar 15 orang korban luka berserakan di jalanan ketika ambulans datang.

Kepala Polisi Nasional Israel Roni Alsheich mengungkapkan, belum diketahui apakah pelaku terinspirasi dari serangan truk di pasar natal Berlin, Jerman, sebulan lalu. Dalam serangan tersebut, 12 orang tewas. ’’Tentu saja ada kemungkinan terpengaruh setelah melihat siaran televisi (tentang serangan di Berlin Red),’’ ujarnya. Dia menambahkan, sulit mengetahui jalan pikiran seseorang apa yang mendorongnya melakukan kejahatan.

Sementara itu, anggota Hamas menyambut baik serangan truk yang terjadi kemarin. ’’Kami memberkati operasi heroik melawan pendudukan Israel ini (yang bertujuan) memaksa mereka (Israel) menghentikan kejahatan dan pelanggaran terhadap rakyat kami,’’ ujar Juru Bicara Hamas Fawzi Barhoum.

Gelombang serangan penduduk Palestina ke Israel mulai naik Oktober tahun lalu. Saat itu hampir setiap hari ada pelaku penyerangan menggunakan pisau. Beberapa di antara mereka menggunakan mobil. Namun, belakangan intensitas serangan-serangan tersebut mulai menurun.

Serangan warga Palestina ke Israel sejak Oktober lalu menewaskan 40 tentara, 2 warga Amerika Serikat (AS) yang tengah berkunjung ke negara tersebut, dan masing-masing 1 warga Jordania, Eritrea, serta Sudan. Jumlah itu belum termasuk kejadian kemarin. Dalam periode yang sama, setidaknya terdapat 247 warga Palestina yang tewas pada serangkaian kekerasan di Israel, wilayah pendudukan Tepi Barat, dan Jalur Gaza.

Israel menuding penyebab utama kekerasan yang berlangsung berbulan-bulan itu didorong oleh hasutan pemimpin Palestina. Yaitu, agar para pemuda Palestina menyerang warga dan tentara Israel. Tudingan tersebut ditampik oleh otoritas pemerintah Palestina. Menurut pemerintah Palestina, serangan tersebut adalah buah dari rasa frustrasi atas pendudukan Israel di tanah Palestina. Terlebih, pembicaraan damai dua negara terhenti sejak 2014. (Ruters/AFP/sha/c4/any/tia)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top