Dosen UHO Ini Tercatat Sebagai Penemu Pakan Lobster – Kendari Pos Online
Edukasi

Dosen UHO Ini Tercatat Sebagai Penemu Pakan Lobster

Agus Kurnia

Agus Kurnia

KENDARIPOS.CO.ID,KENDARI—Universitas Halu Oleo (UHO) patut berbangga, salah satu dosennya, Agus Kurnia, tercatat sebagai penemu pakan lobster pertama di dunia. Prestasi ini ditorehkan yang bersangkutan, setelah temuannya dipatenkan secara internasional.

“Dalam mengajukan hak paten dari temuan pakan Lobster ini, saya sebelumnya telah mencari tahu hak paten di seluruh dunia. Dan ternyata belum ada sehingga saya bisa mengajukan hak paten,” jelas Agus.

Ketua Jurusan Budi Daya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UHO ini, mengakui di sejumlah negara hanya sebatas mode pemeliharaan saja. Temuannya benar-benar pertama di dunia sehingga pakan Lobster yang merupakan hasil penelitiannya layak dipatenkan sebagai buah karya perdana yang ditemukan oleh dosen Perikanan tersebut.

Dijelaskan, seiring dengan menurunnya produksi perikanan, maka ketersediaan tepung ikan dan minyak ikut menurun. Padahal keduanya menjadi komponen utama pakan sehingga menyebabkan harganya semakin mahal. Itulah yang menjadi dasar utama penelitian itu sebagai kebutuhan ikan di dunia, termasuk lobster yang terus meningkat.

Dalam hal ini, lanjut Agus, pencarian sumber-sumber protein dan lemak alternatif sebagai pengganti tepung ikan dan minyak ikan perlu dilakukan. Sebab harga pakan udang lobster yang semakin menjolak. “Sebagai pengganti dan alternatif, maka saya menggunakan bahan-bahan pakan yang murah. Tidak hanya itu, tetapi juga ramah lingkungan seperti keong bakau (Burungo) dan tepung kepala ikan yang nutrisinya tidak jauh beda,” ungkapnya.

Selanjutnya, temuan pakan Lobster itu merupakan bentuk pengabdian pada masyarakat. Terutama masyarakat nelayan yang dilatih bagaimana cara membuat pakan lobster secara mandiri dengan bahan-bahan baku yang ada di sekitarnya. Ini juga dapat membantu perkembangan ekonomi Sultra dengan tidak tergantung pada daerah luar.

Hasil penelitian Agus itu, telah diseminarkan 4 kali yaitu SIMNAS KP 2016 di Universitas Hasanuddin dan UGM. Kemudian, dua kali seminar internasional yaitu international conference on Aquaculture Biotechnology di Bogor dan mendapatkan pengahragaan sebagai the best research presenter. Kedua international symposium VI di Phu Cuoc Island Vietnam. Bukan hanya itu, artikelnya juga sudah dikirim sebanyak dua kali pada Internastional Journal Of Science adn Research (IJSR). (KENDARIPOS)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top