Ini Pesan Mantan Kadispora Pada Penggantinya Terkait Cabor – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Iklan LA
Olahraga

Ini Pesan Mantan Kadispora Pada Penggantinya Terkait Cabor

Serahterima jabatan Kadispora Sultra dari Tasman Taewa ke Jaya Bakti

Serahterima jabatan Kadispora Sultra dari Tasman Taewa ke Jaya Bakti

KENDARIPOS.CO.ID,KENDARI—Pekerjaan berat kini berada dipundak Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sultra, Jaya Bhakti, SE, MM. Pengganti H Tasman Taewa tersebut, dituntut bisa meningkatkan prestasi khususnya cabor yang berada di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP).

“Permasalahan cabor PPLP itu khususnya dayung tidak memiliki perahu, begitu pun jika ada keluhan dari silat, sepak takraw, taekwondo dan atletik semua merupakan tanggungjawab Dispora. Lalu, cabor Kempo juga tahun ini kami sudah berjanji bisa masuk PPLP. Saya rasa semua pasti bisa dituntaskan pak Jaya Bhakti,” ujar Tasman Taewa, usai serah terima jabatan di Kantor Dispora, Selasa (3/1).

Kemudian, lanjut Tasman, para pelatih juga harus terus ditingkatkan kompetensi dengan mengikuti tranning of trainner (TOT). Hal agar mereka tidak ketinggalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam dunia olahraga. ” Sebenarnya rata-rata pelatih PPLP sudah bersertifikasi, namun sebagian besar asisten pelatih belum mengantongi itu,” katanya.

Sementara itu, Plt Kadispora Sultra, Jaya Bhakti mengungkapkan, siap bekerja ekstra setelah diberi amanah tersebut. Khusus PPLP, langkah awal melakukan pertemuan bersama agar bisa mengetahui lebih detail apa saja kendala semua cabor yang dinaungi. Terkait kempo yang akan masuk PPLP, tentu secepatnya dikomunikasikan lebih lanjut dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Semua, kata Jaya Bhakti, disesuaikan dengan kuota yang diberikan, yakni dengan total 66 atlet binaan. Artinya, pihaknya akan melihat cabor yang minim prestasi bisa dialihkan ke kempo. Hanya saja, hal itu tidak berlaku untuk cabang olahraga beregu seperti sepak takraw.

“Sebagai Kadispora yang baru, saya memiliki tanggungjawab untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi PPLP. Namun prestasi yang baik mesti didukung dengan sarana yang memadai. Saat ini saya sementara mendata peralatan pembinaan yang ada,” katanya.

Bagi asisten pelatih yang belum mengantongi sertifikasi, lanjut dia, akan diupayakan untuk mendapatkan pengakuan sebagai pelatih yang kompeten. “Kita tahu bersama, mereka memiliki keilmuan untuk melatih, namun harus didukung pengakuan secara legalitas,” tutupnya. (yusup)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Iklan Catur
To Top