HUT Konut, Nur Alam : Catat Ini, Ruksamin Kader yang Bisa Jadi Gubernur – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Konawe Utara

HUT Konut, Nur Alam : Catat Ini, Ruksamin Kader yang Bisa Jadi Gubernur

Gubernur Nur Alam menerima bunga dari peserta defile upacara peringatan HUT Konut k2-10, Senin (21/1)

Gubernur Nur Alam menerima bunga dari peserta defile upacara peringatan HUT Konut k2-10, Senin (21/1)

kendaripos.fajar.co.id,WANGGUDU—Konawe Utara (Konut) saat ini menapaki usia 10 tahun. Senin (2/1), peringatan HUT ke 10 Konut berlangsung khidmat. Tak hanya pejabat lingkup Pemda Konut yang hadir, Gubernur Sultra Nur Alam memporsikan waktunya menjadi inspektur upacara. Hadir pula Ketua DPRD Sultra, Abdurrahman Shale. Bahkan, Kapolda Sultra Brigjen Pol Agung Sabar Santoso juga turut merayakan HUT Konut. Perwakilan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) lainnya juga terlihat hadir.

Setelah mekar dari Kabupaten Konawe, berbagai kemajuan pembangunan telah dilakukan pemerintah daerah. Wajar saja jika Gubernur Sultra memberi pujian atas kemajuan daerah yang dipimpin Ruksamin-Raup tersebut. Nur Alam mengungkapkan jika dua tahun silam, tepatnya pada ulang tahun ke 8, pelaksanaannya tanggal 2 Juli. Namun sekarang perayaan HUT Konut berubah menjadi 2 Januari.Hal itu merupakan penyesuaian terhadap ketentuan perundang-undangan yakni, UU No.13 tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Konawe Utara.

“Atas nama pemerintah daerah saya mengucapkan selama dan sukses atas perjalanan sejarah dan perkembangan Konawe Utara, yang dari waktu ke waktu terus mengalami kemajuan yang sangat besar. Terlebih lagi hari ini tetap terlihat semangat yang menggelora. Betapa tidak, figur bupatinya adalah seorang yang semangat, jiwanya selalu menggelora, juga mudah, dan saudara-saudara bisa catat ini adalah salah satu kader yang suatu saat bisa menjadi Gubernur Sultra,” ungkap Nur Alam saat memberikan sambutan di acara HUT Konut ke-10 di lapangan upacara kantor Bupati Konut, Senin (2/1).

Mantan Ketua DPW PAN Sultra itu menilai, dari penyelenggaraan pemerintahan dibagi dalam dua bagian yaitu penyelenggaraan pemerintahan otonom luas di kabupaten dan otonom terbatas di provinsi. Gubernur selaku wakil pemerintah pusat di provinsi menjalankan tugas-tugas pemerintahan secara disentralisasi, menjabarkan apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat yang disampaikan pada pemerintah daerah. Baik tugas pembantuan maupun berbagai kewenangan yang diberikan pada gubernur.

“Gubernur juga diberikan tugas pembinaan dan pengawasan pada seluruh kabupaten/kota di Sultra. Demikian jenjang hirarki dalam penyelenggaraan pemeritahan kita. Itu sasarannya untuk kesejahteraan masyarakat kita baik di kota maupun yang ada di daerah. Baik kelompok maupun perorangan. Tak satupun yang dipilih dan dipilah. Sebagai warga negara berhak mendapatkan pelayanan dari pemerintah,” urainya.

Nur Alam menyebut, dengan memotret secara umum PDRB Sultra dengan kontribusi paling tinggi ada pada bidang pertanian dan perkebunan dalam arti luas. “Makanya saya sangat bangga mendengar laporan dari pak bupati kepada saya bahwa di Konut sudah digalakkan penanaman 10 ribu Ha jagung. Tahun ini akan dimulai 2000 Ha. Lahan kita siap, tentunya petani kita sudah tentu adaptif dengan jenis komoditi ini. Pasarnyapun siap,” ujar Nur Alam dihadapan warga Konut dalam peringatan HUT Konut ke 10.

Apa yang telah dilakukan oleh Ruksamin-Raup pada penggalakan penanaman jagung 10 ribu Ha, dianggap Nur Alam sangat tepat. Sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi sasaran pembangunan menjadi hal yang sangat positif dalam pembangunan berkelanjutan. “Jangan kita terbawa dan terpengaruh dengan visi misi yang muluk-muluk tapi tidak bisa dilaksanakan secara ril. Lihatlah fakta dan kenyataan yang ada didaerah. Berangkatlah dari kesulitan masyarakat dan bangunlah dari fokus dan lokus yang tepat,” ujarnya.

Konawe Utara, menurut gubernur dua periode itu, dari hasil pengamatannya selama ini merupakan negeri yang kaya dengan potensi sumber daya alam yang melimpah baik dalam perut bumi maupun di permukaan bumi. Tambang-tambang mineral yang ada, potensi kehutanan maupun kelautannya sungguh sangat kaya. “Maka dari itu menjadi kewajiban kita semua untuk menjaga, merawat dan memelihara secara bersama-sama. Kita tak boleh tertutup, tetapi kita juga tak boleh tak terkendali. Saya ingin menitipkan pesan pada pak bupati. Saya bersama dengan pak Saleh Lasata satu tahun ke depan akan mengakhiri masa tugas kami sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra. Saya titipkan negeri ini dengan berbagai kekayaannya, manfaatkan secara optimal jangan tidak terkendali,” katanya

Sebagai pemerintah, kata Nur Alam, kadangkala kerepotan baik tuntutan masyarakat secara luas dari konsekuensi demokrasi maupun rasionalitas dalam sebuah pembangunan yang membutuhkan arus dana dan mobilitas. Semuanya harus dilakukan penataan dan keseimbangan demi mewujudkan sebuah kesejahteraan. “Saya yakin dan percaya pak bupati (Ruksamin) dengan semangat dan jiwa yang terlihat menggelora, kader yang akan menjadi Gubernur Sultra ke depan. Janganlah mendayung sampai ke Pulau Labengki tapi mendayunglah sampai ketengah samudra,” apresiasi Nur Alam. (helmin)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top