Kali Meluap, 27 Rumah Terendam di Pomalaa – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Iklan LA
Kolaka

Kali Meluap, 27 Rumah Terendam di Pomalaa

Rumah warga di Pomalaa, Kabupoaten Kolaka yang tergenag air.

Rumah warga Desa Pesouha, Kabupoaten Kolaka dibersihkan usai tergenang air akibat banjir.

KENDARIPOS.CO.ID,KENDARI—Bencana banjir kembali melanda Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka pada Senin (12/12) malam lalu. Setelah Desa Huko-huko pada Oktober lalu, kini giliran Desa Pesouha yang dilanda banjir. Bencana tesebut bermula dari hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kolaka selama enam jam, yaitu dari pukul 16.00 hingga pukul 22.00 Wita. Akibat hujan tersebut, Kali Merah yang berada di Desa Pesouha meluap dan merendam puluhan rumah warga.

Selain itu, banjir juga menyebabkan pagar pembatas milik perusahaan BUMN yang tingginya sekitar dua meter ambruk sepanjang lebih dari 40 meter.

Bencana banjir itu sempat membuat sebagian warga panik. Sebab, bencana itu terjadi saat sebagian warga sedang tidur pulas. Untung saja bencana itu tidak menimbulkan korban jiwa. Berdasarkan pantauan Kendari Pos pada Selasa (13/12) kemarin, air yang merendam rumah warga sudah mulai surut. Warga yang rumahnya terkena banjir terlihat sibuk membersihkan rumahnya dari sisa-sisa banjir. Satu unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk membantu warga membersihkan rumah. Sedangkan bantuan sembako dari Dinas Sosial setempat sudah mulai disalurkan kepada warga korban banjir.

Salah satu warga korban banjir, Yuni mengungkapkan, air dengan volume yang cukup besar tiba-tiba masuk ke dalam rumahnya. Akibatnya, sejumlah barang miliknya terendam banjir karena tidak sempat lagi diselamatkan. “Air masuk sekitar pukul 23.00 Wita. Ketinggian air waktu itu setinggi paha. Saya tidak sempat lagi saya selamatkan barang-barangku. Jadi kursi dan pakaian itu semuanya basah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka, Aris Parubak mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki oleh pihaknya, banjir tesebut merendam 27 rumah warga dan tiga diantara cukup parah. Adapun penyebab banjir yaitu hujan yang cukup lebat dalam waktu lama dan bersamaan dengan pasang air laut. Sehingga, memperlambat pembuangan air turun karena tekanan air dari bawah. Kondisi drainase warga yang buruk juga menyebabkan air meluap hingga ke rumah warga. Agar kejadian serupa tidak terjadi lagi, kata Aris pihaknya akan berkomunikasi dengan berbagai pihak, temasuk pihak provinsi.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan provinsi, karena areal kali yang di jalan poros terdapat deker. Apakah deker itu akan diperluas atau bagaimana. Supaya ketika volume air besar, maka air tidak akan meluap lagi ke rumah warga,” tuturnya.

Aris mengimbau kepada warga untuk tetap waspada. Sebab, curah hujan tahun ini lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya dan diperkirakan masih akan berlangsung hingga Februari tahun 2017 mendatang. (fad)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Iklan Catur
To Top