Polisi Gagalkan Penyelundupan 100 Kg Handak – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Koni Sultra
Bau-bau

Polisi Gagalkan Penyelundupan 100 Kg Handak

Aparat kepolisian di baubau mengamankan bahan peledak,

Aparat kepolisian di baubau mengamankan bahan peledak di Pelabuhan Murhum Baubau, Sultra, Sabtu (3/12) malam. Foto: Ahirman/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID,BAUBAU—Jajaran Polsek Kesatuan Pelaksana Pelabuhan (KP3) berhasil menggagalkan upaya penyeludupan bahan peledak (handak) jenis Ammonium Nitrat sebanyak 100 kg di Pelabuhan Murhum Kota Baubau, Sabtu (3/12) malam. Penemuan bahan peledak tersebut sekitar pukul 07.00 Wita, saat beberapa Anggota Polsek KP3 melakukan patroli disekitar wilayah pelabuhan.

Saat melakukan pemantauan, KP3 melihat gerak-garik seorang oknum buruh pelabuhan inisial LD yang mencurigakan. Buruh tersebut membawa barang yang dimuat dalam empat kardus minyak goreng kemasan. Penasaran, aparat KP3 langsung melakukan pemeriksaan. Setelah dibuka, keempat kardus tersebut teryata berisi bahan peledak.

LD bersama barang bukti langsung diamankan. LD mengaku tidak mengetahui isi kardus itu, sebab menurutnya barang tersebut adalah titipan orang untuk dimasukkan kedalam kapal.

Untuk, memancing pemilik barang, pihak KP3 menginformasikan bahwa barang titipan itu ditahan karena beberapa administrasi belum lengkap. Mendengar hal tersebut, pemilik barang yang ternyata adalah seorang wanita langsung datang ke pelabuhan dan langsung diamankan.

Menurut peryataan pemilik Handak, ZN (44) barang tersebut diperoleh dari Kabaena. Diantarkan ke rumahnya oleh suruhan suaminya sendiri, inisial LB. Selanjutnya akan dikirim melalui kapal laut ke Kota Tual Provinsi Maluku. “Kata suamiku, dus itu berisi gula untuk dikirim ke Tual. Dia bilang supaya saya suruhkan tukang becak untuk diantar ke pelabuhan pukul 16.00 Wita dan titipkan melalui buruh. Buruh tersebut kita bayar Rp 500.000,” terang ZN saat dikonfirmasi di Polsek KP3.

Kapolsek KP3 Pelabuhan Murhum Kota Baubau, Iptu Pradifta Simajuntak, SIK yang dikonfirmasi terkait penangkapan Handak tersebut, membenarkannya. “Memang, ada empat dus yang berisi bahan peledak kami amankan saat operasi tadi malam. Dengan bobot atau berat sekitar 100 kilogram,” ucapnya saat ditemui di ruang kerjanya Minggu (4/12).

“Alasan pelaku, bahan peledak itu akan dijadikan sebagai campuran membuat pupuk urea. Tetapi biasanya, ammonium netrat digunakan sebagai bahan pembuatan bom ikan,” sambungnya.

Saat ini, kata dia, kasus tersebut telah ditangani oleh pihak Reskrim Polres Baubau. “Terkait sanksi, saya belum bisa pastikan. Karena semua masih dalam tahap penyelidikan oleh Reskrim. Yang pasti, sepengetahuan saya, pelaku dijerat dengan UU bahan peledak. Dengan masa hukuman 10 tahun hingga seumur hidup,” tandas Iptu Pradifta Simajuntak. (akhirman)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top