Baru Dua Polisi Teridentifikasi Pemukulan Siswa SMKN 2 Raha – Kendari Pos Online
Muna

Baru Dua Polisi Teridentifikasi Pemukulan Siswa SMKN 2 Raha

Wakapolres Muna,

Wakapolres Muna, Rofikoh Yunianto. Foto: Ery/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID,KENDARI—Tim Propam mengintensifkan pemeriksaan terhadap oknum anggota Satdalmas Polres Muna yang melakukan penyerangan dan tindak kekerasan di SMKN 2 Raha. Saat ini, baru dua oknum polisi yang teridentifikasi melakukan kekerasan. Sementara, pada tragedi 24 November itu, sekira 15 anggota Satdalmas yang masuk ke lingkungan sekolah.

Wakapolres Muna, Kompol Rofikoh Yunianto mengungkapkan, pihaknya telah melakukan beberapa tindakan terhadap 15 oknum anggota Satdalmas tersebut. Sanksi komunal telah diberikan dengan memplontos rambut mereka. Pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap 8 oknum polisi. “Pemeriksaannya masih berjalan. Kami juga akan meminta keterangan dari masyarakat yang menyaksikan kejadian ini, termasuk dari pihak sekolah. Kami akan menyinkronkan keterangan pihak eksternal dan internal kami sehingga kasus ini benar-benar bisa tertangani seadil-adilnya,” ungkap Kompol Rofikoh Yunianto, Senin (28/11).

Dua orang yang diduga melakukan tindak kekerasan sedang diperiksa intensif. “Sementara ini memang baru dua orang. Keduanya juga sudah diperiksa oleh Propam Polres Muna,” ujar mantan Kasatreskrim Polres Kendari itu.

Terkait dengan sanksi tegas yang akan diberikan nanti, kata Rofikoh, tergantung hasil keputusan sidang dan keterangan para saksi. Tentunya, sanksi yang akan dijatuhkan pada oknum polisi tersebut akan disesuaikan dengan tingkat pelanggarannya. Jika memang terbukti melanggar kode etik, oknum bersangkutan bisa saja diberikan sanksi pemecatan. Namun, semua sanksi itu ada aturan mainnya. Pihaknya juga akan menghadirkan pihak korban saat persidangan, jika berkenan untuk hadir.

“Kami juga sudah koordinasi dengan Propam Polda Sultra untuk turun menindaklanjuti insiden kekerasan yang terjadi di SMKN 2 Raha. Kami juga mencari tahu proses kejadiannya. Lima personil yang dipimpin oleh Ipda Ikbal dengan terjun langsung ke sekolah. Sementara konfirmasi pihak SMKN maupun SMA 1,” katanya.

Wakapolres Muna itu menambahkan, Kapolres Muna AKBP Yudith S Hananta juga berjanji akan mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku terhadap anggota yang terlibat. Untuk mengusut tuntas kasus tersebut, pihaknya sudah memerintahkan provos mencari saksi yang mengetahui secara detail baik sebelum maupun setelah insiden itu berlangsung. “Kemungkinan besar salah satu atau dua orang guru SMKN 2 Raha akan dijadikan saksi,” ujarnya.

Meski, baru dua oknum yang diduga melakukan kekerasan, Polres Muna tidak berhenti sampai di situ saja melakukan pengusutan. Proses tersebut masih akan berkembang seiring dengan adanya fakta-fakta baru yang terkuak dari keterangan para saksi. Pihaknya juga berjanji akan transparan dalam mengungkap serta menindaki sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kami akan terbuka. Perintah Kapolres juga untuk segera disidangkan. Insya Allah minggu depan sudah sidang,” janjinya. (ery)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top