Kejari Usut Korupsi DAK, Dua Kadis Dimintai Uang? – Kendari Pos Online
Muna

Kejari Usut Korupsi DAK, Dua Kadis Dimintai Uang?

KENDARIPOS.CO.ID,RAHA—Usaha jajaran Kejari Muna mengusut dugaan korupsi penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2015 ternyata dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggunjawab. Dua pejabat Pemda Muna, masing-masing Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD), Ratna Ningsih dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Ir Syahrir jadi sasaran pemerasan. Dengan mencatut nama Kajari dan Kepala Seksi Intelejen Muna, dua pejabat itu dimintai sejumlah uang.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Muna Badrut Tamam sudah mendengar hal itu. Ia tentu saja membantah keras telah melakukan perbuatan tak terpuji tersebut. Menurutnya, itu ulah orang-orang tak bertanggung jawab, yang mencatut namanya, dan Kasi Intelnya, Ld Abdul Sofyan. “Dua pejabat itu dimintai uang, agar kasus yang diusut jaksa ditutup. Itu sama sekali tidak benar,” tegas Badrut Tamam, kemarin.

Badrut meminta, bila ada pihak yang mencatut namanya dengan alasan meminta uang, sebaiknya pihak yang dihubungi itu melaporkan ke pihak yang berwajib agar ditelusuri. “Laporkan, supaya jelas. Biar pihak berwajib yang ungkap,” kata Badrut Tamam saat ditemui di kantor Kejari Muna, Rabu (23/11).

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak main-main dalam mengungkap kasus dugaan korupsi DAK, sebab perkara ini, bagian dari muara untuk membongkar siapa-siapa saja yang terlibat. Saat ini, pihaknya masih menyusun jadwal pemeriksaan terhadap pihak-pihak lain yang terkait DAK Muna itu. Termasuk, semua SKPD yang merima DAK tahun 2015. “Semua SKPD akan dilayangkan surat pemanggilan,” tegasnya.

Terkait dengan Ratna Ningsih dan Syahrir yang sudah pernah dipanggil dan diperiksa penyidik, Kajari mengaku pihaknya belum mengagendakan pemanggilan lanjutan. Namun, dalam prosesnya, sewaktu-waktu akan dimintai keterangannya. Namun, pihaknya juga masih akan mencari ketepatan waktu untuk menjadwalkan pemanggilan selanjutnya.

Seperti diketahui, saat ini Kejari Muna tengah mengusut dugaan korupsi penggunaan DAK Muna 2015 tambahan, yang ditengarai digunakan menyeberang tahun. Jumlahnya Rp 110 Miliar, yang informasinya dipakai untuk pekerjaan irigasi dan infrastruktur lain. Sudah dua pejabat Muna yang dimintai keterangan penyidik yakni Kepala DPPKAD Muna dan Kepala Bappeda.(ery)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top