Dugaan Korupsi DAK Muna 2015, Kepala BPKAD dan Bappeda Muna Dibidik Jaksa – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Dugaan Korupsi DAK Muna 2015, Kepala BPKAD dan Bappeda Muna Dibidik Jaksa

ilustrasi, dua pejabat Muna yang dibidik jaksa terkait dugaan korusi

ilustrasi, dua pejabat Muna yang dibidik jaksa terkait dugaan korusi

kendaripos.fajar.co.id,RAHA—Tata kelola anggaran di Pemkab Muna sepanjang tahun 2015 lalu diduga ada masalah serius. Dana alokasi khusus (DAK) yang bersumber dari APBN senilai Rp 200 Miliar diendus jaksa tak dikelola secara profesional dan diduga negara rugi. Jajaran Kejari Raha pun tengah melakukan pengusutan serius perkara ini, dengan menarget beberapa pejabat di daerah itu sebagai pemberi keterangan.

Adalah Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Muna, Ratna Ningsih dan Kepala Bappeda Muna Syahrir yang jadi bidikan awal penyidik di Kejari Raha. Khusus Ratna Ningsih, sudah dua kali dipanggil untuk memberi keterangan, tapi belum sekalipun hadir. “Nanti kita layangkan lagi panggilan ketiga. Soal waktunya kapan, masih kita jadwalkan,” kata Kajari Raha, Badrut Tamam melalui Kasi Intel, La Ode Abdul Sofyan, kemarin.

BACA JUGA :  Kasus DAK Muna 2015, Kepala Bappeda Diperiksa 2 Jam

Sedangkan Syahrir, sudah pernah memenuhi panggilan jaksa, beberapa hari lalu. Kala itu, ia membawa segepok dokumen terkait data penggunaan DAK 2015, yang oleh jaksa dianggap bermasalah. Sebenarnya, kata Abdul Sofyan, Syahrir diagendakan diperiksa kemarin, tapi yang bersangkutan dikabarkan sakit dan sedang melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh di sebuah laboratorium kesehatan di Kendari.

“Kita akan panggil lagi semua, untuk saat ini baru dua pejabat itu yang kami rencana mintai keterangan,” katanya. Sofyan memastikan, jaksa tidak akan melakukan upaya pemanggilan paksa dalam proses pemanggilan, apalagi prosesnya masih dalam tahap penyelidikan. Semua dilakukan sesuai prosedur. Khusus Ratna Ningsih, kata Sofyan, dua kali tak hadir karena alasan sedang menyiapkan pernikahan putrinya di Kendari.

BACA JUGA :  Kasus DAK Muna 2015, Kepala Bappeda Diperiksa 2 Jam

Untuk diketahui, perkara ini tercium punya aroma korupsi setelah jaksa menemukan bukti permulaan bahwa banyak proyek pekerjaan di Muna yang dibayarkan lintas tahun dengan anggaran DAK. Itu terjadi di zaman Bupati LM Baharuddin dan diduga terus terjadi di era Pj Bupati, Zayat Kaimoeddin. Saat ini, jaksa masih dalam proses pengumpulan data dan belum mengarahkan siapa yang bisa jadi tersangka.

BACA JUGA :  Kasus DAK Muna 2015, Kepala Bappeda Diperiksa 2 Jam

Ketika diperiksa, 8 November lalu, Kepala Bappeda Muna, Syahrir datang ke Kejari guna memberikan penjelasan terkait dengan realisasi DAK tahun 2015 yang menyebrang tahun.  Dalam DAK 2015 tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan dan irigasi yang tidak seratus persen digunakan.

Modusnya, ada kegiatan 2016 yang dibayarkan oleh DAK 2015, atau menyeberang tahun, padahal itu tidak boleh. Menurutnya, DAK 2015 digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan dan irigasi. Realisasi DAK tahun itu tidak 100 persen digunakan. Dak 2015 kurang lebih hampir Rp 200 M.(ery)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top