KONTRAS! Pria Lebih Banyak, Dewan Tetap Gagas Perda Poligami – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

KONTRAS! Pria Lebih Banyak, Dewan Tetap Gagas Perda Poligami

ILUSTRASI KENDARI POS

ILUSTRASI KENDARI POS

kendaripos.fajar.co.id,UNAAHA—Pria yang punya keinginan poligami, tapi khawatir bermasalah hukum, datang dan jadilah warga Konawe. Daerah yang dipimpin Kerry Saiful Konggoasa itu kini tengah menggodok sebuah aturan yang point utamanya adalah menyarankan laki-laki di wilayah tersebut untuk menikah lebih dari satu kali. Ada Rencana Peraturan Daerah (Raperda) yang kini digodok serius DPRD setempat, terkait masalah itu.

Argumentasi Perda itu terdengar unik. Karena jumlah wanita lebih banyak dari pria sehingga produktifitas penduduk jadi minim, sedangkan sumber daya alam melimpah sehingga tak banyak yang mengelola karena jumlah populasi manusia tidak seimbang dengan potensi alamnya. Makanya, banyak tenaga asing masuk karena Konawe kekurangan sumber daya.

Alasan lain yakni tingginya angka pernikahan dini. Semua itu adalah masalah sosial yang harus dicarikan solusinya. “Makanya, kami sedang menyusun Raperda soal Poligami, para pria diberi perlindungan hukum untuk menikah maksimal bisa tiga istri, teknisnya nanti ada di Raperda itu. Ini murni inisiatif dari dewan,” kata Abdul Ginal Sambali, anggota DPRD Konawe, kemarin.

Ginal menjelaskan bahwa populasi penduduk di Konawe termasuk lambat dibanding kebutuhan daerah akan pengelolaan sumber-sumber daya alam yang melimpah. Selain itu, wilayah Konawe yang luas tidak sebanding dengan jumlah penduduk yang menghuninya. Hal-hal itulah yang mendasari dirinya dan beberapa koleganya di DPRD mewacanakan untuk membuat Perda khusus soal poligami.

Kata Ginal, meski Raperda ini masih sebatas wacana dan berpotensi mendapat penolakan dari kelompok perempuan, tetapi DPRD meyakini dengan kajian tertentu produk hukum tersebut dapat disahkan menjadi Perda bersama 20 Perda inisitaif dewan lainnya yang saat ini sedang digagas. “Perda ini sedang dalam tingkat diskusi antar anggota DPRD sampai unsur pimpinan,” katanya.

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD itu berharap, agar Raperda tersebut bisa disepakati bersama. Meski saat ini terjadi pro kontra karena dianggap tidak lazim dan kontroversi oleh sebagian anggota legislatif.  “Raperda memang agak sedikit kontroversial, karena ada sebagian yang setuju ada juga yang menolak dengan alasan-asalan tertentu. Raperda ini masih harus diuji publik dan keputusan ada di tangan Rapat Rutin Prolegda (Program Legislatif Daerah),” jelasnya

Ia menilai, Perda Poligami di Konawe sangat penting dengan pertimbangan yuridis, akademis dan sosial. Misalnya, jumlah penduduk yang tidak sebanding dengan luas wilayah di Konawe. Kemudian rasio yang didominasi oleh perempuan. Disamping itu poligami juga tidak diharamkan oleh agama Islam, yang penting suami mendapat persetujuan dari istri pertama dan berlaku adil pada istri-istrinya. “Di Konawe ini lebih banyak perempuan, lihat saja di Pilkada tahun lalu (2013), pemilih perempuan lebih banyak dari laki-laki. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Konawe juga menguatkan itu,” kata Ketua Badan Kehormatan ini.

Hasil penelusuran Kendari Pos ke data BPS Konawe justru menunjukan kenyataan berbeda. Dalam 5 tahun terakhir, populasi penduduk di daerah itu masihlah didominasi kaum pria. Pada tahun 2011 saja jumlah laki-laki mencapai 126.102 jiwa sementara perempuan 120.696 jiwa dengan total 246.798 jiwa. Sedangkan tahun 2015 jumlah laki-laki adalah 119.716 jiwa dan perempuan 113.894 dengan jumlah keseluruhan 233.610.(def)

Pro Kontra Mulai Muncul di DPRD

Konawe Menuju Era Poligami

* Konawe Susun Raperda Poligami
* Isinya, pria disarankan menikah maksimal tiga istri
* Alasannya, Perempuan lebih banyak dari pria
* Walau berpotensi kontroversi, DPRD jalan terus
* Kalau ada Poligami, penduduk pasti makin banyak
* SDA Konawe besar dan butuh dikelola banyak manusia

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top