Bupati Koltim Abaikan Teguran Pemprov, Lebih Pilih Cari Sekda Baru – Kendari Pos Online
Iklan DPRD
Kolaka Timur

Bupati Koltim Abaikan Teguran Pemprov, Lebih Pilih Cari Sekda Baru

Tony Herbiansyah

Tony Herbiansyah

KENDARIPOS.CO.ID, TIRAWUTA- Teguran tertulis yang dilayangkan Pemprov Sultra terhadap Bupati Kolaka Timur, agar segera memberdayakan Anwar Sanusi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda), ternyata tidak membuat Tony Herbiansyah mengubah sikap. Dengan alasan bahwa Anwar sudah “bolos” selama delapan bulan, Tony tak mau lagi menerima Anwar kembali. Ia memilih untuk mencari Sekda baru saja, lewat mekanisme lelang jabatan.
Saat ditemui kemarin, Tony mengakui adanya surat dari Gubernur Sultra yang mempertanyakan masalah Sekda di Kolaka Timur. Tapi bagi mantan Wakil Bupati Konawe tersebut, sifat surat itu bukanlah teguran tapi lebih kepada klarifikasi. “Tapi saya sudah jelaskan masalahnya ke Pak Wagub (Saleh Lasata-red) beberapa waktu lalu soal ini, termasuk rencana saya mencari Sekda baru,” kata Tony kemarin yang ditemui usai menghadiri Raker di Dinkes Koltim.
Saat bertemu Wagub, kata Tony ia menyampaikan bahwa untuk sementara, posisi Sekda diisi oleh Asisten III, Syamsul Bahri, dengan status Pelaksana Tugas (Plt) Sekda. Selain itu, ia juga mengajukan niat untuk melakukan rekrutmen Sekda baru lewat mekanisme lelang jabatan. “Kalau soal waktunya, kita menunggu waktu yang tepat saja (lelang jabatan-red),” kata Ketua DPW Nasdem tersebut.

Tony kemudian menjelaskan masalah Sekda yang terjadi di daerah yang ia pimpin tersebut. Katanya, sebelum ia dilantik menjadi Bupati Kolaka Timur, posisi Sekda kala itu diisi Andi Iqbal Tongasa, dengan status Plt karena Anwar Sanusi, yang sebelumnya adalah Sekda, naik level menjadi menjadi Pj Bupati. Nah, setelah ia dilantik, Anwar secara otomatis harusnya sudah kembali bertugas sebagai Sekda. “Faktanya, dia tidak pernah melakukan tugasnya, 8 bulan dia bolos,” kata Tony.

Masalah kemudian muncul karena Iqbal Tonggasa memilih mengikuti pendidikan dan latihan kepemimpinan (Diklatpim) II. Karena kekosongan itulah, mantan Kepala BKD Sultra tersebut menunjuk Asisten III, Syamsul Bahri untuk menggantikan posisi Iqbal, sebagai Plt Sekda. “Karena Anwar Sanusi tidak pernah masuk kantor, malah berkantor di jalan,” kata Tony.

Menurut dia, sebagai jenderal PNS di daerah tersebut, Anwar harusnya menunjukan kepatuhannya terhadap tugas yang sudah diberikan, tetapi sikapnya seolah-olah bupati yang harus “membawakan adat ke rumahnya” (memohon), agar masuk kantor kembali. “Sejak saya dilantik 17 Februari 2016 lalu, Anwar Sanusi sebagai Sekda belum melapor secara resmi kepada saya (Bupati terpilih), untuk menunggu perintah atau tugas berikut sebagai Sekda, malahan bolos,” tuturnya.

Ketua DPW NasDem ini menjelaskan, jika Anwar Sanusi mengakui dirinya sebagai Sekda definitif berdasar SK, maka seharusnya dia datang melaporkan diri esok hari usai pelantikan Bupati dan Wakil Bupati, atau minimal sepekan setelahnya. Tetapi hingga hari ini, menurut Tony, Anwar masih belum juga datang melapor.

“Saya pasti terima Pak Anwar Sanusi sebagai Sekda jika pada saat itu (setelah pelantikan) dia datang melaporkan diri,” katanya. Mantan Wakil Bupati Konawe ini berharap kepada semua pihak supaya persoalan tersebut bisa disikapi secara bijak. Ia menegaskan, posisi Sekda saat ini masih diisi oleh Plt, sementara Anwar Sanusi masih belum jelas keberadaanya di Koltim. Dia menambahkan, pengangkatan Syamsul Bahri merupakan kewenangan Bupati untuk membantu menjalankan tugas pemerintahan selama delapan bulan lamanya. Komunikasi kepada pemerintah Pemprov hanya surat tembusan saja, menunggu lelang Sekda dilaksanakan. “Kami sangat mengharapkan keharmonisan pemerintah daerah saat ini sudah terbangun baik, tidak menjadikan persoalan Sekda meruntuhkan itu semua, masih bisa dikomunikasikan dengan baik sehingga lebih sempurna lagi pemerintahan di daerah ini” tandasnya.
Sementara itu, Anwar Sanusi yang dihubungi terpisah mengaku bingung dengan kondisi yang ada saat ini. Disatu sisi, ia sudah menerima perintah dari BKD Sultra agar kembali aktif menjalankan tugas, tapi Pemkab Koltim tetap mengabaikan instruksi tersebut. “Saya sekarang harusnya sudah kembali bekerja di ruangan Sekda Koltim. Tapi kan tidak enak kalau masih ada yang isi jabatan itu lantas saya juga masuk,” ujar Anwar Sanusi saat dihubungi Kendari Pos, Kamis (27/10).
Ia mengatakan enggan untuk menerobos menggantikan Pelaksana tugas (Plt) Sekda Koltim, Syamsul Bahri. Karena pemerintah setempat tidak mengindahkan perintah Pemprov Sultra. Makanya ia hanya bisa menjalankan tugas di jalanan. “Saya belum masuk kantor sekarang, saya hanya melaksanakan tugas di jalanan. Kan tidak etis, kalau saya langsung menerobos dan meminta Plt Sekda untuk pindah dari kursi Sekda,” ungkap Anwar.

Mantan Pj Bupati Koltim itu mengaku sudah berulang kali ke Sekretariat Bupati untuk menkonsultasikan jabatannya. Hanya saja Anwar tidak pernah berhasil menemui Bupati Koltim di tempat. “Saya hanya bisa ketemu dengan Wakil Bupati, ibu Hj Andi Merya Nur. Tapi saya juga belum bisa meminta jabatan saya untuk kembali, sekalipun saya sudah memegang surat untuk kembali aktif jadi Sekda Koltim. Terkecuali atas perintah dari pejabat berwenang,” ungkapnya.

Rencananya, ia akan kembali menemui gubernur untuk meminta petunjuk ihwal statusnya. Sebab selama ini, ia melaksanakan tugas di jalanan. Karena kursi Sekda sudah diisi oleh usulan bupati. Meski sesuai ketentuan ia masih Sekda Koltim namun ia tetap hanya menunggu keputusan bupati. (dan/kus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top