LM Rajiun Target Lima Tahun Lampaui Pembangunan Kabupaten Induk – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

LM Rajiun Target Lima Tahun Lampaui Pembangunan Kabupaten Induk

La Ode Rajiun Tumada

La Ode Rajiun Tumada

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Berbagai terobosan telah dilakukan LM Rajiun Tumada selama memimpin Muna Barat (Mubar) sebagai penjabat (Pj) bupati. Tak hanya persoalan pembangunan infrastruktur jalan, mantan Kepala Badan Satpol PP Sultra itu pun berusaha mengubah mindset birokrasi yang dipimpinnya agar anggaran yang dikelola Pemda Mubar benar-benar pro-rakyat. Terobosan-terobosan tersebut dibeber LM Rajiun Tumada saat berkunjung ke Harian Kendari Pos, Selasa (27/9).

Selama dua tahun, Rajiun menjabat Pj Bupati Mubar. Saat ini, dia memutuskan berhenti menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan fokus pada pengembangan karier politik. Selepas menjabat Pj Bupati Mubar, LM Rajiun maju sebagai bakal calon Bupati Mubar di Pilkada serentak 2017. Di Pilkada Mubar, LM Rajiun Tumada memilih berpasangan dengan Achmad Lamani dengan akronim “Rahmatnya Muna Barat”. Bakal pasangan calon ini akan bertarung dengan LM Ihsan Taufik Ridwan-La Nika.

Rajiun begitu optimis terpilih di Pilkada Mubar nanti dengan mengandalkan sejumlah prestasi pembangunan yang telah dilakukan selama ini. Bahkan, dia menebar janji akan mundur bila gagal melakukan perubahan di daerah tersebut. Rajiun sangat optimis bisa mendongkrak laju pembangunan Mubar jika terpilih menjadi bupati definitif. “Jika dalam lima tahun saya memimpin Muna Barat dan pembangunan tidak mampu mengalahkan Kabupaten Muna, saya siap mundur dari jabatan saya (sebelum masa jabatannya berakhir, red),” ungkap LM Rajiun Tumada, kemarin.

Rajiun begitu yakin bisa mengalahkan pembangunan kabupaten induk. “Jika sebagian pemimpin membutuhkan 5 tahun menggenjot pembangunan infrastruktur, saya hanya satu tahun lebih sudah ada hasilnya. Jalanan yang dulunya butuh waktu berjam-jam, kini tinggal beberapa menit saja,” katanya. Rajiun pun bercerita panjang lebar tentang pembangunan ringroad dan penataan wajah Muna Barat.

Mantan Pj Bupati Mubar itu mengaku telah berhasil merebut hati masyarakat selama dua tahun. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinanya sangat baik. Apalagi jalanan yang puluhan tahun tidak pernah di aspal oleh pemerintahan kabupaten induk (Muna) akhirnya berhasil dipoles. Bahkan setelah diaspal, aksi masyarakat baring dan mencium aspal menjadi viral di media sosial dan diperbincangkan banyak kalangan. Bukan hanya itu, Desember 2016 nanti, listrik yang menggunakan tenaga surya sudah akan menerangi beberapa wilayah. “Ada 650 tiang listrik yang siap difungsikan,” ujarnya.

Bila saat pendaftaran di KPU, kata dia calon lain boleh saja menggunakan helikopter. Tapi, ia memilih untuk menunggangi sepeda motor menuju KPU. Dengan begitu, Rajiun mengaku dapat merasakan apa yang dirasakan masyarakat. “Kalau naik motor, kita bisa pikirkan untuk mengaspal jalan. Karena kita tahu rasanya bagaimana melalui jalan yang rusak,” kata dia.

“Insya Allah, ke depan masyarakat Mubar akan lebih sejahtera. Niat tulus dalam melakukan pembangunan, akan mendapat jalan sehingga diberikan anggaran pemerintah pusat untuk melakukan pembangunan. Sebelum memisahkan diri dari Kabupaten Muna, Mubar sangat terisolasi dan tidak tersentuh pembangunan. Adapun pengaspalan jalan, paling panjang hanya satu kilometer saja. Tapi sekarang alhamdulillah masyarakat sudah dengan mudah mengakses daerah pedesaan, tidak lagi membutuhkan waktu berjam-jam,” imbuhnya.

Padahal, lanjutnya, sumber daya manusia (SDM) Mubar sangat luar biasa. Banyak tokoh Sultra yang berasal dari daerah itu. Penduduk Mubar sudah heterogen. Banyak penduduk transmigran yang mendiami daerah itu saat ini. Makanya setiap kampanye, ia tidak pernah menyebut diri sebagai putra daerah namun kehadirannya sebagai wujud Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Beragam suku di sana, yakni Muna, Bugis, Jawa, termasuk Tolaki dan Bali,” katanya.

Tak sekadar membahas kesuksesan pembangunan Mubar selama ini, Rajiun juga bernostalgia dengan perjuangannya memangkas anggaran birokrasi. Ia lebih memilih mengalihkan anggaran itu untuk pembangunan daerah yang hasilnya bisa dirasakan masyarakat. Rajiun pun terpaksa menempuh jalur penerbitan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) karena Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tak kunjung mendapat persetujuan DPRD Mubar. “Ada sekitar Rp 300 miliar yang bisa digunakan untuk membangun daerah,” ujarnya. (ramdhan)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top