Konawe Kekurangan 100 Tenaga Medis – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Koni Sultra
Konawe

Konawe Kekurangan 100 Tenaga Medis

Profesi Dokter dan Aliran Dana Rp 800 Miliar Pabrik Farmasi. Ilustrasi

 Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID,UNAAHA—Kabupaten Konawe ternyata masih kekurangan tenaga kesehatan. Akibatnya, pelayanan kesehatan menjadi kurang optimal.

Berdasarkan data yang dirilis, sarana kesehatan yang terdapat di Konawe terdiri dari 24 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), 50 Puskesmas Pembantu (Pustu), 342 Pos Pelayanan Kesehatan terpadu (Posyandu) dan 75 Pondok bersalin desa (Polindes). Sementara, tenaga medisnya terdiri 29 dokter umum, 12 dokter gigi, 507 bidan, dan 202 perawat.

Kepala Dinas Kesehatan Konawe, H. Muh Aris SKM mengakui, kebutuhan tenaga kesehatan bertambah karena bertambahnya pelayanan puskesmas selama 24 jam untuk memberikan pelayanan maksimal bagi warga Konawe dalam bidang kesehatan. Dia menyampaikan, kekurangan tenaga kesehatan di lingkungan Kantor Dinas Kesehatan sekitar 100 lebih pegawai di antaranya apoteker, perawat, bidan, sarjana kesehatan masyarakat, dan sanitasi. Karena idealnya, setiap puskemas terdapat satu apoteker namun yang ada saat ini belum semua terpenuhi.

“Sesuai aturan, idealnya setiap puskesmas ada apoteker. Namun pada sekarang ini belum semua terealisasi. Sementara penduduk dan infrastruktur jumlahnya semakin meningkat. Tentu, tenaga kesehatan menjadi kurang, utamanya yang berada di wilayah-wilayah terjauh di Konawe.

Aris mengungkapkan, pihaknya sudah mengajukan usulan kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) RI untuk bisa memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan tersebut. Sebenarnya, perekrutan Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) telah diwacanakan akan dilakukan tahun ini, tapi setelah terjadinya pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat, perekrutan bidan PTT terpaksa harus diundur hingga tahun depan.

“Kita berharap perekrutan tetap dilaksanakan, untuk menututupi kekurangan tanaga media kita. Jika perekerutan tetap terealisasi, maka kami akan membagi 4 formasi yang dibutuhkan agar bisa merata, selanjutnya akan kita sebar di daerah terpencil seperti Kecamatan Routa, Asinua, Latoma dan Kapoiala,” tandasnya. (dedy)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top