Bidan Cantik Asal Konsel Tewas Dibunuh di Bone, Pelakunya Oknum Polisi – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Bidan Cantik Asal Konsel Tewas Dibunuh di Bone, Pelakunya Oknum Polisi

Almarhuma....yang tewas dibunuh oknum anggota Polda Sulsel

Herawati semasa masih hidup. Mayatnya ditemukan di Bone.

kendaripos.fajar.co.id,MAKASSAR—Perempuan cantik bernama Harmawati ditemukan jadi mayat di Lappo Bosse, Kecamatan Kajuara, Bone, Senin (15/8) lalu. Setelah diidentifikasi, wanita muda itu ternyata berasal dari Tinanggea, Konawe Selatan. Ia adalah alumni Akbid Syekh Yusuf Gowa. Polisi menduga ia adalah korban pembunuhan. Selama ini, ia indekos di Makassar, tepatnya di Jalan Landak Baru.

Perkembangan terbaru, Selasa (16/8) malam lalu, seorang oknum bintara Polda Sulsel inisial M (24), menyerahkan diri ke Polda Sulsel. Kepada penyidik, M mengaku bahwa dialah yang menjadi penyebab tewasnya wanita yang ia panggil Armha itu. Ia membunuh karena urusan pribadi. Terduga pelaku mengaku bahwa ia adalah pacar korban. Ia memilih menyerahkan diri setelah identitasnya terungkap di media dan polisi melakukan penyelidikan ke kampus dan indekos korban.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan hal tersebut. Pria berinisial M itu, juga diketahui merupakan warga Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone. Frans mengatakan, M menyerahkan diri sekitar pukul 19.00 Wita. “Dari pengakuan awal, ia membunuh karena urusan pribadi. Terkait soal apa itu, bisa ditanyakan nanti di Polres Bone. Karena tersangka akan diserahkan ke Bone,” ungkapnya.

Dari pengakuan tersebut, Polda menyerahkan tersangka ke Polres Bone untuk ditindaklanjuti. Pasalnya Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan calon bidang cantik tersebut berada di Bone. Selain itu, dari pemeriksaan Tim Doktoral Forensik yang berangkat ke Bone serta olah TKP, polisi sudah mengantongi sebab kematian korban. Yakni, pada leher korban ada bekas dicekik menggunakan tangan.
“Hasil autopsi sementara menggambarkan, sebab kematian korban karena tidak adanya oksigen yang masuk ke paru-paru dan jantung. Atau kata lain, dia kehabisan napas karena dicekik,” ungkapnya kepada FAJAR (Kendari Pos Grup). Selain itu, seluruh petunjuk awal baik dari kesaksian tetangga korban di Pondok Orange Jalan Landak Baru, maupun identitas korban dari tas merah yang ditemukan, mengarah ke orang terdekat korban yakni M yang merupakan pacarnya.

Dari barang bukti didapatkan di TKP, terindikasi tidak adanya unsur paksaan dia datang ke TKP tersebut. Karena tidak ditemukan ada bekas seretan. Hanya saja, ada bekas rontaan di dekat jasad korban. Diduga, pada saat dicekik, korban sempat meronta.

Terkait dugaan kehamilan pada korban, pihaknya mengaku masih memeriksa dengan teliti. Selain itu, meski seluruh barang bukti mengarah adanya dugaan kehamilan, polisi tetap akan memastikan lagi dengan pemeriksaan DNA korban dengan DNA ibu korban. “Mayat diperkiraan sudah sejak Jumat,” katanya. Pihaknya juga mengaku, kasus tersebut akan menjadi perhatian Polda untuk mengawasi penuntasan kasus tersebut, dan polisi akan menegakkan hukum secara profesional dan proporsional.

Diduga Dipaksa Aborsi
Misteri kematian Harmawati, calon bidan yang ditemukan tewas di Dusun Tappareng, Desa Lappaboase, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, masih penuh teka-teki. Namun kuat dugaan sebelum dihabisi, korban sempat dipaksa aborsi. Hal itu menguat, setelah bagian perut bawah korban dibawa ke Makassar untuk diuji laboratorium lebih jauh.

Informasi yang diperoleh, pada bagian perut korban ke bawah, terdapat kejanggalan. Menunjukkan ada tanda-tanda unsur paksaan pada bagian tersebut. Hal itu menguat, setelah tim forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel tiba di RSUD Tenriawaru, Kabupaten Bone melakukan autopsi pada jasad putri pasangan Anwar Dolla (alm) dan Haisa.

Kaur Doksik Biddokkes Polda Sulsel, Kompol dr Eko Yunianto SpF MH yang dimintai keterangan, mengaku belum bisa membeberkan hasil autopsi. Karena masih akan dilakukan penyelidikan lebih jauh. “Kita masih mau melakukan pengujian,” akunya.

Sementara itu, sepupu Harmawati, Suhaemi (50) menuturkan, ibunda korban pernah bercerita bila Harmawati akan menikah dengan pacarnya setelah lebaran. Profesi pacarnya adalah polisi. “Kami dari pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berjalan,” tuturnya.

Sebelum meninggalkan kosnya di Makassar, Kamis (11/8) malam, pekan lalu, Harmawati pamit ke penjaga indekos bernama Harpan. Dia pamit pulang kampung dengan dibonceng seorang laki-laki yang mengendarai sepeda motor Suzuki Satria FU. Empat hari kemudian, tepatnya Senin (15/8), perempuan itu malah ditemukan jadi mayat oleh seorang warga bernama Rustan yang hendak pulang setelah mengambil sapinya.

Di dalam perjalanan pulang, Rustan yang  mencium bau tidak sedap. Penasaran, lelaki berusia 17 tahun ini pun mencari titik bau. Sontak, di sekitar semak tebu, Rustan melihat tubuh perempuan pada posisi telentang tidak bernyawa. Kondisi mayat sudah bengkak dan berulat, kaki sebelah kiri sudah tidak ada, wajah sudah tidak bisa dikenali karena berwarna hitam.

Mayat tersebut memakai sweter warna biru gelap dalaman kaos hitam dan memakai celana panjang warna hitam. Kondisi perut membengkak dan paha sudah berulat. Di samping mayat ditemukan sebuah tas berwarna merah berisikan foto yang diduga korban, alat make up, obat tablet, serta pakaian dalam wanita. (kendaripos/fajar)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top