Satu Kecamatan Satu Desa Online di Konut – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Iklan LA
HEADLINE NEWS

Satu Kecamatan Satu Desa Online di Konut

foto:erick tulak/kendaripos Dirjen PPMD Kemendes PDTT, Prof Ahmad Erani Yustika diapit oleh Bupati Konut, Ruksamin dan Wabup, Raup, saat meninjau permandian air panas di Desa Wawolesea Kecamatan Wawolesea, Kamis (21/7/2016)


Dirjen PPMD Kemendes PDTT, Prof Ahmad Erani Yustika diapit oleh Bupati Konut, Ruksamin dan Wabup, Raup, saat meninjau permandian air panas di Desa Wawolesea Kecamatan Wawolesea, Kamis (21/7/2016). foto:erick tulak/kendaripos

KENDARIPOS.CO.ID,WANGGUDU—Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin bersama wakilnya, Raup bergerak cepat dalam rangka percepatan pembangunan di daerahnya. Program seratus hari dalam rangka memacu kinerja pemerintahannya terus dipacu. Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dirjen PPMD), Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Prof Ahmad Erani Yustika pun tertarik meninjau sejumlah desa di Konut, Kamis (21/7/2016).

“Alhamdulillah, Pak Dirjen sangat responsif dalam menyambut surat kami, sehingga berkenaan mengunjungi Konut. Pak Menteri mulai pagi, siang hingga sore hari ini telah mengunjungi sejumlah desa di Konut. Beliau juga telah ada beberapa pesan yang tentunya akan segera ditindaklanjuti Pemda Konut, sehingga berbagai program dalam rangka percepatan pembangunan daerah ini untuk kesejahteraan rakyat bisa segera kita wujudkan,” kata Bupati Ruksamin, saat melakukan dialog dengan jajaran pemerintah kecamatan dan desa se Kecamatan Wawolesea, Kamis sore (21/7/2016).

Kunjungan Ahmad Erani Yustika beserta jajarannya memang tak hanya melihat perkembangan pemanfaatan anggaran yang telah disalurkan ke desa, tetapi juga untuk melihat berbagai potensi yang bisa dikembangkan di Konut. Apalagi, disadari Konut merupakan daerah pemekaran baru yang tentu membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah.

“Pemerintah saat ini begitu pro pada pembangunan masyarakat di desa, sehingga sumberdaya telah disalurkan langsung ke desa. Olehnya, Kementrian memang harus intensif memandu pemanfaatan anggaran yang telah disalurkan itu, sehingga benar-benar tepat guna dan sasaran. Tahun ini desa telah menerima dana sekira Rp. 1 M,” kata Erani.

Selain memandu pemanfaatan anggaran desa, lanjut Erani, ada juga kegiatan dalam bentuk pilot projek yang ada di Kemendes PDTT. Dalam kaitan itulah, Erani telah melihat sejumlah potensi desa di Konut. Hasilnya, Erani menyatakan akan membantu pengembangan BUMDes dan Desa Online di Konut. “Secapatnya kita realisasikan pengembangan BUMDes dan Desa Online di Konut, tetapi tentunya harus didukung BPMD setempat karena merekalah yang mengetahui kondisi daerahnya,” kata Erani ketika dikonfirmasi wartawan koran ini.

Melihat jumlah kecamatan dan luas wilayah dan kondisi medan, maka pada setiap kecamatan nanti akan ada satu desa online. “Ada 13 kecamatan di Konut, maka kita bisa bentuk 13 desa online,” kata Erani.

BUMDes dan Desa Online

Untuk diketahui, melalui Kemendes PDTT telah dibentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hingga kini tercatat 12.115 BUMDes di seluruh Indonesia. Pendirian BUMDes dilakukan untuk meningkatkan aktivitas ekonomi desa dan mendorong terbangunnya ekonomi lokal desa berbasis produksi.

Selain BUMDes, Kemendes PDTT juga memiliki program Desa Online, yakni situs internet yang dapat dimanfaatkan untuk promosi produk dan potensi desa; sistem informasi potensi desa untuk mempromosikan potensi-potensi desa; sistem informasi transparansi keuangan desa sebagai sarana untuk memantau penggunaak dana desa; sistem informasi pembangunan untuk memonitor pembangunan desa; sistem informasi pemberdayaan desa untuk memonitoring pendamping desa; sistem informasi layanan desa untuk melayani administrasi desa; dan sistem informasi jelajah desa untuk mempromosikan desa berbasis sosial media. (sawal)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Iklan Catur
To Top