Di Konsel, Dua Pegawai Dipecat, 62 Kena Sanksi – Kendari Pos Online
Konawe Selatan

Di Konsel, Dua Pegawai Dipecat, 62 Kena Sanksi

Surunuddin Dangga

Surunuddin Dangga

KENDARIPOS.CO.ID,ANDOOLO—Bupati Konsel H Surunuddin Dangga bersama wakilnya Dr H Arsalim Arifin tidak main-main dalam menerapkan kedisiplinan pegawai negeri sipil (PNS) di daerah otoritanya itu. Senin (11/7/2016), pasangan berakronim Suara ini benar-benar membuktikan ketegasannya dihadapan sejumlah PNS. Dua PNS dipecat di hari kerja pertama usai lebaran yakni, Rusmayanti Eka Putri dan Saparudin, AMd.

Rusmayanti Eka Putri yang berpangkat golongan II C dengan NIP 198309152007012006 ini dipecat dengan hormat sebagai staf di Kecamatan Moramo Utara. Rusmayanti tidak berkantor lebih 46 hari kerja. Pemecatan itu berdasarkan surat keputusan Bupati Konsel nomor 880/993 tahun 2016 tentang pemberhentian secara terhormat dari PNS atas yang bersangkutan. Sedangkan Saparudin, A.Md golongan II C dengan NIP 19770914 2008011007 yang bertugas di dinas pendidikan dan kebudayaan (PK) diberhentikan secara tidak terhormat setelah tersandung kasus korupsi dana sertifikasi guru. Dimana dari putusan pengadilan Tipikor telah divonis empat tahun kurungan penjara. Hal ini berdasarkan keputusan bupati Konsel nomor 883/998 tentang pemberhentian dari PNS.

Selain itu, 62 PNS lainnya pula mendapat sanksi bervariasi. Mulai dari penurunan pangkat, penundaan kenaikan pangkat, penundaan kenaikan gaji berkala, pernyataan tidak puas dan teguran tertulis. Dari 62 PNS yang disanksi itu, satu diantaranya adalah Eman Jaya yang merupakan pejabat eselon II bagian staf ahli pemerintahan Pemda Konsel. Ia diturunkan pangkatnya selama setahun. Yakni dari golongan 4B menjadi 4A.
Sejumlah PNS yang mendapat ganjaran pemecatan dan sanksi itu diumumkan langsung saat apel perdana masuk kerja kemarin.

Bupati Konsel mengungkapkan, pemecatan itu dilakukan dalam rangka menerapkan aturan kedisiplinan PNS. “Jadi kita menjalankan aturan, karena 46 hari tidak masuk kantor selama setahun ya kita pecat,” ungkapnya saat ditemui usai memimpin apel bersama awal pekan ini.

Menurut dia, pemberhentian terhadap kedua PNS malang itu ada batas tenggang selama 15 hari untuk melakukan pembelaan dan gugatan.
“Jadi pemberhentian ini ada batas tenggang selama 15 hari untuk menggugat. Kan ada dua orang, selebihnya diberi teguran keras. Kalau tidak ada gugatan maka itu secara otomatis seterusnya,” imbuhnya.

Pihaknya berharap tindakan tersebut dapat dijadikan perhatian dan warning bagi PNS yang lain. “Saya berharap setelah ini bisa ada perhatian bagi PNS lain untuk lebih ditingkatkan lagi kedisiplinan. Karena saya yakin, selain yang dua orang ini masih ada yang akan menyusul dan itu itu akan kami proses,” harapnya. (kamal)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top