Keris Terhunus, Panggung Tempat Gubernur dan Bupati Roboh – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Keris Terhunus, Panggung Tempat Gubernur dan Bupati Roboh

panggung roboh

kendaripos.fajar.co.id, KOLAKA — Percaya atau tidak, robohnya panggung kehormatan, saat pembukaan HUT Sultra ke-52, Sabtu (23/4/2016) ternyata bertepatan ketika keris dicabut oleh Sekda Muna, Nurdin Pamone yang akan memberi penghormatan kepada Gubernur Nur Alam.

Kejadian bermula ketika giliran barisan karnaval dari Kabupatan Muna yang dipimpin langsung  Pj Bupati Muna, Muhammad Zayat Kaimoeddin melalui panggung kehormatan, tempat Gubernur Nur Alam, para bupati dan walikota serta pimpinan daerah lainnya. Seperti daerah lainnya peserta karnaval dari Kabupaten Muna pun unjuk kebolehan. Mereka menampilkan budaya pingitan di Muna dan pertunjukan bela diri.

Para tamu undangan cukup terhibur dengan atraksi itu, namun di akhir pertunjukkan, tepatnya ketika Sekda Muna, Nurdin Pamone menghunus kerisnya, suasana berubah panik.

Gubernur Nur Alam secara refleks segera melompat dari panggung kehormatan. Para bupati dan walikota serta tamu undangan lain pun segera meninggalkan panggung. Dalam seketika “bruk” panggung kehormatan pun roboh. Namun jangan salah sangka, robohnya panggung bukan karena sabetan keris Nurdin Pamone, tapi karena atap panggung tak kuat memikul beban di atasnya. Apalagi, saat pelaksanaan karnaval dan pawai budaya itu juga diwarnai turunnya hujan.

Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Hanya  ibu-ibu terlihat cukup kaget dan tertekan.  Sejumlah piring tempat kue pecah dan terbelah berhamburan di atas dan bawah panggung.

Entah kebetulan atau tidak, kejadian itu langsung menjadi buah bibir. Numun, bukan soal keris Nurdin Pamone, tapi soal robohnya panggung tempat para petinggi di daerah ini. Ada apa dengan persiapan panitia? Kenapa kegiatan besar tak mempersiapkan panggung yang aman dan nyaman bagi para petinggi di daerah ini.

Gubernur Nur Alam sendiri cepat menguasai keadaan. Sebagai pemimpin yang telah matang, dia tetap berinisiatif mencari tempat untuk menerima peserta karnaval yang mewarnai pembukaan HOLO SULTRA, ajang promosi potensi daerah dan pameran keberhasilan pembangunan di Sultra. HALO SULTRA merupakan rangkaian kegiatan yang digelar pada setiap pelaksanaan HUT Sutra di era pemerintahan Gubernur Nur Alam. (Sawal lakawa)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top