Kapal Rute Wanci-Baubau Terbakar – Kendari Pos Online
Bau-bau

Kapal Rute Wanci-Baubau Terbakar

KENDARINEWS.COM,KENDARI—Kecelakaan transportasi laut kembali terjadi di perairan Sultra. Kali ini menimpa sebuah kapal cepat yang melayani rute penyeberangan  Wanci-Lasalimu. Satu buah kapal bernama KM Bintang Surga GT 75 terbakar sekitar 3 mil dari pelabuhan Lasalimu. Kejadian itu terjadi pada Jumat sore kemarin, pukul 16.00 Wita. Kapal tersebut tiba-tiba saja terbakar, setelah mesin meledak seketika dan menyambar bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan kapal.

Ilustrasi

Ilustrasi

Menurut Basrano, Kasi Ops Basarnas Kendari, kapal itu memuat 12 orang penumpang termaksud anak buah kapal (ABK). Namun sebelum merapat di dermaga Lasalimu kapal mendadak terbakar. Pihaknya sendiri dapat laporan dari keluarga penumpang kapal yang berada di Lasalimu. Setelah mendapatkan laporan tersebut, ia langsung menginformasikan kepada Basarnas Wakatobi dan Basarnas Baubau.

“Setelah mendapatkan laporan, anggota sore itu juga langsung menuju ke TKP untuk melakukan pertolongan. Kami dibantu juga oleh 12 kapal katinting yang berada di sekitar pantai Lasalimu,” katanya saat dihubungi melalui telephone selulernya. Tidak ada korban jiwa dari insiden tersebut, semua penumpang dikabarkan selamat.

Namun demikian banyak kerugian yang dialami penumpang karena beberapa barang berharga terkena air dan tidak bisa terpakai lagi. Setelah menyelamatkan semua penumpang, tim SAR kemudian mengevakuasi di pelabuhan

Lasalimu. “Sekitar satu jam kami melakukan penyelamatan dan membawa ke posko evakuasi,” jelasnya.
Saat ini para penumpang sudah ada yang meninggalkan Lasalimu menuju tujuan masing-masing, khususnya ada yang ke Baubau. Jalur penyeberangan ini kerap dipakai penumpang yang hendak ke Buton dan Baubau, tanpa harus berlayar bersama kapal laut yang khusus melayari rute Wanci-Baubau.

Sementara itu, Kepala Operasional Pelabuhan Feri Wanci, Baharudin menambahkan, saat ini posisi kapal berada di pertengahan laut Lasalimu dan Malauge. Lebih lanjut, ia menjelaskan kapal tersebut baru saja beroperasi setelah dilakukan perbaikan alias dok kurang lebih satu bulan lamanya dan baru beroperasi. “Baru beroperasi dua hari dengan hari ini pasca dok,” tambahnya.

Salah seorang penumpang KM. Bintang Surga, Haris mengungkapkan sebelum peristiwa itu terjadi, mesin kapal tiba-tiba meledak dan mengeluarkan kobaran api yang sangat besar. “Asal titik api berasal dari mesin kapal yang meledak. Belum jelas apa penyebab mesin kapal tersebut meledak” ujar Haris saat dihubungi via selulernya tadi malam. Haris menambahkan, kondisi KM.

Bintang Surga hampir seluruh bodinya telah dilahap si jago merah. “Kapal saat ini berada dipinggir perairan Lasalimu,” ujarnya. Haris sendiri mengaku menumpangi kapal naas tersebut berencana kembali ke ke kediamannya di Kabupaten Buton. ” Kebetulan saya kerja di Wakatobi sebagai abdi negera. Sedangkan rumah saya ada di Buton sehingga setiap pekannya saya pulang pergi Wakatobi-Buton,” tandasnya. (asty/egy/had/)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top