Ternyata, Ada Ibu dan Anaknya Jadi Korban Trigana Air Asal Buteng – Kendari Pos Online
Koni Sultra
Iklan DPRD
Bau-bau

Ternyata, Ada Ibu dan Anaknya Jadi Korban Trigana Air Asal Buteng

20150827_180938_resized (WM)

Foto : La Ode Aswarlin/kendariNews.com — Jasad Amran (4,6) tahun, saat tiba di bandara Betoambari Kota Baubau hari ini (27/8) sekitar pukul 17.30 Wita dengan menggunakan pesawat komersil Wings Air dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dan selanjutnya di pulangkan di Kabupaten Butoh Tengah untuk pemakaman.

KENDARINEWS.COM, BAUBAU — Selain empat warga asal Kabupaten Muna yang menjadi korban jatuhnya pesawatnya Trigana Air di Okbape, Pegunungan Bintang, Papua. Ternyata ada juga warga Kabupaten Buton Tengah Provinsi Sulawesi Tenggara. Bahkan korban berjumlah dua orang, Ibu dan anaknya. Namun, anaknya yang masih balita berusia 4 tahun 6 bulan bernama Amran jasadnya telah berhasil diintentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI) di RS Bhayangkara.

BACA JUGA :  Kadir : Saya Menemukan Sendiri Jasad Adik Saya

Kabar adanya korban Trigana Air asal Buton Tengah, diketahui setelah hari ini (27/8), jenazah sang Balita dipulangkan di daerah asalnya. Jasad korban tiba di Bandara Betoambari pukul 17.30 Wita dengan menggunakan pesawat komersil Wings Air dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Dalam insiden naas itu, korban menumpangi pesawat bersama ibunya, Wa Fia. Sayangnya, ibunya sampai sekarang belum teridentifikasi, sehingga bersama dua korban asal Muna, Wa Ode Suriana dan La Ode Musran kini diterbangkan kejakarta untuk indentifikasi lebih lanjut.

BACA JUGA :  Jenazah Yusran Tiba di Kampung

“Penyerahan jenazah Amran kepada pihak keluarga sudah dilakukan secara resmi di Irian yang diterima langsung ayah korban, Hasanuddin. Atas permintaan keluarga, lalu jenazah dipulangkan ke kampung halaman,” jelas Nicolas, perwakilan Trigana Air yang memfasilitasi pemulangan jenazah.

Nicolas yang ditemui di kawasan Bandara Betoambari mengaku sejauh ini tidak ada kendala terhadap proses pemulangan terhadap jenazah. Pihaknya telah berkomunikasi meminta bantuan pemerintah daerah untuk membantu memfasilitasi pemulangan. “Semua biaya yang dikeluarkan untuk proses pemulangan jenazah sepenuhnya ditanggung trigana air,” tambahnya.

BACA JUGA :  Jasad Dua Korban Trigana Air Asal Muna Dikirim ke Jakarta

Dalam perjalanan pulang, korban didampingi langsung ayahnya. Selanjutnya dari bandara Kota Baubau diangkut menggunakan ambulance dan dibawa menuju Kabupaten Buton Tengah. Kisah perjalanan Wa Fia dan anaknya Amran menjadi korban pesawat Trigana Air hingga tiba di kampung dan pemakaman jasad sang balita, selengkapnya baca di koran harian Kendari Pos edisi besok (28/8). (La Ode Aswarlin/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top